Susno Duadji Ingatkan Kasus Febrie Berisiko Berakhir Tanpa Hasil Signifikan

baraNews

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:07 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Susno Duadji menyoroti penanganan perkara hukum yang menyeret sosok berinisial FA. Ia mengingatkan proses penegakan hukum dalam perkara tersebut berisiko tidak menghasilkan dampak signifikan apabila penyidikan hanya berhenti pada jumlah tersangka yang terbatas.

Pernyataan Susno tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi yang ditayangkan melalui kanal YouTube SINDOnews. Dikutip dari YouTube SINDOnews, Susno mengatakan penanganan perkara dapat mengalami “game over” apabila penyidik hanya menetapkan dua orang sebagai tersangka tanpa mengembangkan penyidikan lebih jauh.

Menurut Susno, pengusutan perkara tidak semestinya hanya berfokus pada tiga persoalan utama yang saat ini menjadi perhatian, yakni tata niaga batu bara, asuransi, dan Krakatau Steel. Ia menilai penyidik perlu menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan persoalan lain yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Susno menyebut adanya dugaan benang merah yang berkaitan dengan mafia perkara serta praktik yang disebutnya sebagai penyanderaan terhadap hakim. Menurut dia, dugaan tersebut perlu ditelusuri apabila memang ditemukan indikasi dan bukti yang mendukung.

Ia mengingatkan bahwa penyidikan yang tidak dikembangkan secara menyeluruh dapat menimbulkan persoalan terhadap kepercayaan masyarakat. Penegakan hukum, kata Susno dalam tayangan tersebut, harus mampu mengungkap seluruh rangkaian perkara dan tidak berhenti pada pihak-pihak yang berada di lapisan tertentu.

Dalam diskusi itu, Susno juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil peran melalui fungsi supervisi. Menurut dia, posisi Kejaksaan dalam perkara yang berkaitan dengan aparat atau lingkungan internalnya dapat menjadi persoalan tersendiri apabila institusi tersebut harus melakukan penyidikan terhadap orang-orang dari lingkungan sendiri.

Karena itu, Susno menilai keterlibatan KPK melalui fungsi supervisi diperlukan untuk menjaga objektivitas serta memastikan proses penanganan perkara berlangsung secara transparan. Ia juga membuka kemungkinan agar KPK mengambil alih penanganan apabila dalam proses supervisi ditemukan alasan hukum yang memenuhi ketentuan.

Bagi Susno, keberhasilan pengusutan perkara tidak hanya ditentukan oleh jumlah tersangka yang berhasil ditetapkan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan aparat penegak hukum mengungkap pihak yang berada di balik rangkaian perkara apabila memang terdapat aktor lain yang memiliki peran lebih besar.

Ia menilai pengungkapan aktor di balik layar menjadi bagian penting agar proses penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku yang berada di tingkat bawah atau pihak yang mudah dijangkau penyidik.

Susno juga menyampaikan peringatan mengenai bahaya apabila aparat penegak hukum justru terlibat dalam praktik korupsi. Menurut pandangannya, kondisi tersebut memiliki dampak yang lebih serius dibandingkan korupsi yang dilakukan pelaku biasa karena dapat merusak mekanisme penegakan hukum dan mengganggu sistem peradilan secara keseluruhan.

Pernyataan Susno dalam diskusi tersebut merupakan pandangan dan penilaiannya terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Berbagai dugaan yang disampaikan perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai hukum yang berlaku.

Artikel ini dikutip dari tayangan YouTube SINDOnews melalui kanal resmi @OfficialSINDOnews. Kutipan dan uraian mengenai perkara tersebut ditempatkan sebagai pernyataan Susno Duadji dalam diskusi dan bukan sebagai kesimpulan hukum bahwa pihak-pihak yang disebut telah terbukti melakukan tindak pidana. (*)

Berita Terkait

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel
Ketua PPI Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel Tangani Dugaan Perundungan, Pembinaan Khusus Jadi Langkah Tepat
Nelayan Tewas Mengenaskan di Sel Polsek Kajang, Diduga Dianiaya dan Diperas Rp 10 Juta: 4 Polisi Dipatsus
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE
PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum
PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB