Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Intens, PVMBG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

baraNews

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

5090 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan erupsi yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Erupsi ini berlangsung selama beberapa jam, dimulai pukul 23.07 WIB dan baru mereda sekitar pukul 04.40 WIB. Aktivitas gunung api tipe Strombolian tersebut menghasilkan lontaran batu pijar serta abu vulkanik secara berkelanjutan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menjelaskan, berdasarkan evaluasi terbaru, tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini berada dalam kondisi relatif stabil. Kepala PVMBG Rita Susilawati menyampaikan, tidak ditemukan indikasi potensi keruntuhan besar yang bisa memicu tsunami seperti peristiwa 22 Desember 2018 silam. Struktur tubuh gunung dinilai masih cukup kecil jika dibandingkan dengan fase pertumbuhan pasca-erupsi besar tersebut.

Selama erupsi terbaru, Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Jawa Barat, juga melaporkan adanya suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga ke wilayah sekitar, termasuk pesisir Banten dan Lampung. Fenomena suara ini kerap terjadi akibat tekanan letusan yang cukup kuat, sehingga gelombang suara dapat merambat jauh melalui atmosfer hingga terdengar puluhan kilometer dari puncak gunung.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamatan visual terhadap tinggi kolom abu erupsi kali ini terkendala cuaca dan keterbatasan pandangan. Namun, petugas di lapangan memastikan semburan berwarna merah dari aktivitas lava masih terus terlihat hingga Sabtu dini hari. “Secara visual terlihat warna merah menyala dari semburan erupsi yang berlangsung secara terus-menerus,” jelas Rita.

Sejak 2 Juli 2026, status Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada Level III atau Siaga, menyusul peningkatan aktivitas vulkanik. Guncangan letusan dan sejarah panjang anak gunung Krakatau memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi tsunami. Namun PVMBG menegaskan kondisi tubuh gunung kini berbeda dibanding sebelum peristiwa 2018, sehingga risiko keruntuhan skala besar dan tsunami dinilai sangat kecil. Pengawasan tetap dilakukan ketat di dua pos utama, yakni di Kalianda (Lampung Selatan) dan Pasauran (Serang, Banten).

Gunung Anak Krakatau sendiri adalah salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, terletak di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Saat ini, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi potensi bahaya terkait aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Pengawasan dan pemantauan morfologi gunung dilakukan secara intensif sebagai langkah mitigasi dan perlindungan masyarakat di sekitar wilayah Selat Sunda.

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu
Rokok Rp26 Ribu, Rp19 Ribu untuk Cukai: Industri Rokok Legal Terjepit Tekanan Cukai dan Produk Ilegal
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat
Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri: Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit
Kontrak Berlangganan Koran Sekolah Diputus Mendadak, Awak Media di Ogan Ilir Terancam Kehilangan Pendapatan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:50 WIB

Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang

Rabu, 16 September 2026 - 07:11 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Rabu, 2 September 2026 - 07:45 WIB

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Selasa, 1 September 2026 - 21:19 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:55 WIB

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terbaru