Prabowo Tegaskan Respons Masif dan Kuat Atasi Bencana, Korupsi Harus Diberantas Hingga Akar

baraNews

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:02 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gilimanuk, Bali – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa ketangguhan bangsa Indonesia nyata dalam menghadapi berbagai bencana alam yang melanda negeri ini. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti respons cepat dan masif pemerintah dalam penanganan bencana, terutama bencana banjir di Aceh serta gempa bumi dengan kekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lama ini. Ia menegaskan, negara senantiasa hadir dan bergerak cepat untuk melindungi rakyat dari musibah. “Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT, reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” tegasnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa kehadirannya sebagai Presiden adalah untuk memastikan seluruh aset dan kekayaan bangsa dikelola dengan integritas tinggi. Ia menghubungkan keberhasilan penanganan bencana dengan upaya keras pemerintah dalam memberantas korupsi yang selama ini dianggap menjadi penyebab kebocoran anggaran negara. “Semua aset bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan tekad pemerintah untuk menghabisi praktik penyelewengan dan korupsi sampai ke akar-akarnya, meski harus menghadapi berbagai kritik dan skeptisisme dari berbagai pihak. “Kita harus punya tekad itu, walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh,” kata Prabowo dengan nada tegas.

Lebih jauh, Presiden memaparkan keberadaan fasilitas pendukung darurat seperti ratusan helikopter dan alat berat yang digunakan saat penanganan bencana merupakan bukti nyata dari keberhasilan mengurangi kebocoran anggaran negara melalui pemberantasan korupsi. “Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang? Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan,” pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus menunjukkan fokus kuat pemerintah dalam membangun bangsa tidak hanya dengan program energi terbarukan, namun juga dengan tata kelola negara yang bersih dan tanpa korupsi demi kesejahteraan rakyat dan ketahanan nasional. (*)

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu
Rokok Rp26 Ribu, Rp19 Ribu untuk Cukai: Industri Rokok Legal Terjepit Tekanan Cukai dan Produk Ilegal
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat
Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri: Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit
Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Intens, PVMBG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:50 WIB

Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang

Rabu, 16 September 2026 - 07:11 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Rabu, 2 September 2026 - 07:45 WIB

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Selasa, 1 September 2026 - 21:19 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:55 WIB

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terbaru