Menhut Raja Antoni Turun ke Karhutla Kalbar: Hotspot Turun Jadi 28, tapi Asap Masih Ada

baraNews

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:14 WIB

50116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni kembali turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kali ini di Kalimantan Barat. Menhut Raja Antoni mengatakan saat ini titik hotspot di Kalbar mengalami penurunan.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni saat melakukan pengecekkan di Rasau Jaya Satu, kabupaten kubu raya, Kalbar, Senin (24/8/2026). Menhut Raja Antoni didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan, BMKG, jajaran TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, hingga Masyarakat Peduli Api.

Menhut Raja Antoni mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per pukul 23.59 malam (23/8), jumlah titik panas (hotspot) di Kalbar telah turun menjadi 28 titik. Angka tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan 16 titik di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan 1 titik di Kubu Raya.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya,” kata Menhut Raja Antoni.

Meski hotspot menurun, Menhut Raja Antoni mengingatkan kondisi tersebut tidak berarti persoalan asap telah selesai. Saat meninjau lokasi, tidak terlihat ada lagi api di permukaan, namun asap masih terlihat. Menurut Menhut Raja Antoni kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang membuat pembakaran tidak sempurna.

“Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” ujarnya.

Menhut Raja Antoni juga menyebut penurunan hotspot tidak hanya terjadi karena operasi di darat, tetapi didukung kerja bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, dan para relawan.

Disebutkan perkembangan hotspot secara nasional juga menunjukkan pergeseran. Jika beberapa hari atau minggu sebelumnya hotspot terbanyak berada di Kalimantan, namun berdasarkan data (23/8) malam, jumlah terbanyak justru tercatat di Sumatera. Sumatera Selatan mencapai 127 hotspot, Riau 54, dan Jambi 47.

“Data lapangan sangat dinamis secara nasional, karena memang ini sangat sulit diprediksi,” katanya. (*)

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu
Rokok Rp26 Ribu, Rp19 Ribu untuk Cukai: Industri Rokok Legal Terjepit Tekanan Cukai dan Produk Ilegal
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat
Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri: Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit
Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Intens, PVMBG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:50 WIB

Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang

Rabu, 16 September 2026 - 07:11 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Rabu, 2 September 2026 - 07:45 WIB

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Selasa, 1 September 2026 - 21:19 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:55 WIB

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terbaru