Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

baraNews

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:41 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS — Kepala Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Narsim, mengungkap fakta baru terkait dinamika keluarga Sutrimo usai pemakaman di desa setempat. Narsim membenarkan keluarga Sutrimo sempat pergi sementara ke rumah kerabat hanya lima hari setelah pemakaman, namun tidak meninggalkan rumah dalam waktu lama. “Mengungsi atau tidaknya enggak paham. Yang jelas selang lima harian dari Sutrimo meninggal, keluarganya pergi. Mungkin nengok keluarga, mungkin ya. Sehari semalam sudah di rumah lagi,” ujarnya, Selasa (11/8/2026), merujuk pada pernyataan di salah satu program televisi nasional.

Kehadiran pihak keluarga Sutrimo kembali ke kampung tidak serta merta menghapus tanda tanya besar yang tergantung sejak jenazah Sutrimo dipulangkan dan dimakamkan. Sutrimo ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026), kemudian dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring, dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Keterbatasan informasi makin terasa saat keluarga menerima jenazah hanya berbekal surat pengantar rumah sakit dan KTP almarhum. Uang santunan tunai sebesar Rp20 juta diserahkan oleh pihak pengantar jenazah ke pihak keluarga. Namun, menurut kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, tidak ada penjelasan sama sekali dalam surat pengantar mengenai penyebab kematian maupun kronologi peristiwa. “Kami berkesimpulan bahwa yang mengantar jenazah sejak awal memang menyembunyikan surat formulir kronologis kematian tersebut,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakjelasan kronologi inilah yang menimbulkan kecurigaan pihak keluarga. Awalnya keluarga menerima kematian Sutrimo sebagai musibah, namun setelah mencermati ketidakwajaran dokumen dan informasi yang mereka terima, akhirnya keluarga memutuskan untuk melaporkan dugaan kejanggalan kepada kepolisian. Laporan tersebut teregister pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026, dengan nomor STTLP/797/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Penyelidikan kematian Sutrimo terus berjalan. Polisi telah memeriksa belasan pihak, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan saksi lain yang ditengarai mengetahui kejadian sebelum Sutrimo ditemukan. Penyidik juga mendalami dokumen rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi ditemukannya korban, serta data komunikasi yang berkaitan dengan aktivitas Sutrimo sebelum meninggal.

Di media sosial dan grup wartawan, santer disebutkan bahwa Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Meski demikian, pihak polisi menyatakan status tersebut masih dalam proses pendalaman. “Masih didalami,” jawab salah satu perwira kepolisian saat dikonfirmasi terkait hubungan dan aktivitas terakhir korban.

Sampai berita ini ditulis, kepolisian belum dapat memastikan sebab kematian Sutrimo dan apakah terdapat unsur tindak pidana di baliknya. Proses otopsi ulang dan pendalaman unsur-unsur yang memicu kematian Sutrimo tetap dilakukan demi memastikan kejelasan jalan cerita sebenarnya.

Kematian Sutrimo kini menjadi bola panas di tengah masyarakat, menyangkut tidak hanya soal transparansi informasi, tapi juga pola penanganan kematian di luar kebiasaan. Keluarga berharap penyidikan yang tengah berlangsung benar-benar menjawab kejanggalan, sehingga tidak ada lagi ruang bagi dugaan atau spekulasi yang berkembang luas di masyarakat. Mereka menyerahkan sepenuhnya hasil pemeriksaan dan tindak lanjut kepada pihak berwenang agar kebenaran di balik kematian Sutrimo terungkap secara terang benderang. (*)

Berita Terkait

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel
Ketua PPI Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel Tangani Dugaan Perundungan, Pembinaan Khusus Jadi Langkah Tepat
Nelayan Tewas Mengenaskan di Sel Polsek Kajang, Diduga Dianiaya dan Diperas Rp 10 Juta: 4 Polisi Dipatsus
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE
PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum
PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB