“INDRALAYA DARURAT SAPI LIAR!” – Warga Murka, Kasatpol PP Ogan Ilir Rosita Diduga Gagal Total, Jalan Raya Berubah Jadi Kandang Ternak

FIDER CASTRO

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:37 WIB

5070 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indralaya, Ogan Ilir — Kesabaran warga Indralaya akhirnya pecah. Kemarahan masyarakat terhadap kinerja Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Ogan Ilir, Ibu Rosita, kini memuncak setelah persoalan sapi liar yang berkeliaran di jalan raya tak kunjung dituntaskan. Warga menilai Satpol PP Ogan Ilir hanya sibuk pencitraan, sementara jalan-jalan utama justru berubah seperti padang penggembalaan terbuka.

Setiap hari, sapi-sapi bebas berkeliaran di jalan lintas provinsi, pusat kota Indralaya, hingga kawasan padat lalu lintas tanpa rasa takut sedikit pun. Kondisi ini membuat masyarakat geram karena keselamatan pengendara dipertaruhkan akibat lemahnya tindakan pemerintah.

“Ini bukan lagi kelalaian biasa, ini sudah seperti pembiaran terang-terangan. Satpol PP seolah tutup mata dan tutup telinga. Sapi-sapi lebih bebas daripada masyarakat pengguna jalan,” ujar seorang warga dengan nada kesal kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Warga menilai kepemimpinan Rosita di Satpol PP Ogan Ilir gagal menunjukkan ketegasan dalam menjalankan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penertiban Hewan Ternak. Razia yang selama ini dilakukan disebut hanya formalitas tanpa hasil nyata. Setelah aparat pergi, sapi-sapi kembali memenuhi jalan seolah tidak pernah ada penertiban.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, kondisi ini sudah berlangsung lama namun tak pernah benar-benar selesai. Puluhan sapi terlihat santai merumput di median jalan, bahu jalan, bahkan melintas di tengah kendaraan yang melaju kencang. Pengendara motor hingga mobil harus berjibaku menghindari hewan ternak demi menyelamatkan diri dari kecelakaan.

“Kalau sampai ada korban meninggal baru bergerak, itu namanya gagal total. Jangan cuma duduk di kantor ber-AC lalu merasa sudah bekerja. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan drama razia sesaat,” tegas warga lainnya.

Pantauan di lapangan memperlihatkan situasi yang semakin memprihatinkan. Jalan lintas yang seharusnya menjadi akses aman masyarakat kini berubah menjadi ancaman maut. Banyak warga mengaku was-was melintas pada malam hari karena sapi-sapi sering muncul tiba-tiba di tengah jalan tanpa pengawasan pemilik.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa Satpol PP Ogan Ilir tidak memiliki keseriusan penuh dalam menegakkan aturan. Bahkan, sejumlah warga mulai mempertanyakan keberanian aparat dalam menindak pemilik ternak yang dianggap membandel.

“Kalau tidak sanggup menertibkan sapi liar, lalu apa gunanya Satpol PP? Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah kalah sama sapi,” sindir seorang tokoh masyarakat dengan nada pedas.

Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kasatpol PP Rosita beserta jajarannya. Mereka meminta langkah nyata dan operasi besar-besaran, bukan sekadar razia simbolis yang hanya menjadi konsumsi dokumentasi.

Tuntutan warga semakin keras:

  1. Sapu bersih seluruh ternak liar dari jalan raya dan kawasan publik di Indralaya tanpa pandang bulu.
  2. Berikan sanksi tegas kepada pemilik ternak yang membiarkan hewannya berkeliaran.
  3. Evaluasi total kepemimpinan Kasatpol PP Ogan Ilir yang dinilai gagal memberikan rasa aman kepada masyarakat.
  4. Hentikan pola kerja seremonial yang tidak memberikan dampak nyata di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasatpol PP Ogan Ilir, Ibu Rosita, terkait kritik keras dan kemarahan masyarakat tersebut.

Satu hal yang kini menjadi sorotan tajam publik: jangan sampai jalan raya di Indralaya lebih dikuasai sapi liar daripada aparat penegak perda itu sendiri.

Reporter: Tim Media Sumsel

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu
Rokok Rp26 Ribu, Rp19 Ribu untuk Cukai: Industri Rokok Legal Terjepit Tekanan Cukai dan Produk Ilegal
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat
Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri: Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit
Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Intens, PVMBG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

20 Tangki Air Bersih Dikirim, SMSI dan Dulur Sikep Nyawiji Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 - 13:40 WIB

Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja

Selasa, 15 September 2026 - 13:39 WIB

Gerak Bersama Hadapi Kekeringan, SMSI, Dulur Sikep dan Polresta Pati Turun Tangan

Selasa, 15 September 2026 - 13:37 WIB

SMSI Desak Transparansi Dana Desa, Semua Tahapan Anggaran Harus Terbuka

Senin, 14 September 2026 - 19:56 WIB

PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk: Pengangguran Meluas, Kebutuhan Harian Mencekik

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Sematkan Budaya Tertib Sejak Dini, Sat Lantas Polres Toraja Utara Gelar “Police Goes to School” di SMA Kristen Rantepao

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Tangani Penyelewengan BBM Subsidi Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Ikuti Konferensi Pers Serentak Bersama Polda Sulsel

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Rokok Ilegal Menyusup Lewat Banyak Jalur, Bea Cukai Kendari Kejar hingga Baubau

Berita Terbaru