Diduga Ada Pungli Paket Pulsa Jemaah Haji, Ketua Kakamenhaj Ogan Ilir Bantah Keterlibatan: “Tidak Ada Kewajiban Membeli”

FIDER CASTRO

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:10 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR — Ketua Kakamenhaj Haji dan Umroh Kabupaten Ogan Ilir, H. Nelson, S.Ag akhirnya angkat bicara terkait dugaan pungutan liar (pungli) atau kewajiban pembelian paket pulsa bagi jemaah haji yang disebut-sebut terjadi saat kegiatan pengantaran koper jemaah.

 

Nelson membantah keras tudingan bahwa pihak Kakamenhaj maupun kelompok pembimbing haji dan umroh terlibat dalam penjualan paket pulsa tersebut. Namun, ia tidak menampik adanya aktivitas penjualan paket oleh vendor provider kepada jemaah.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kalau disebut semua jemaah diwajibkan membeli itu tidak benar. Setelah kami tanyakan langsung kepada pihak penjual dari Telkomsel, hanya sekitar 28 jemaah yang membeli dari total 218 jemaah,” ujar Nelson.

 

Menurutnya, keberadaan vendor provider saat musim haji dan umroh sudah menjadi hal biasa. Vendor dari berbagai jaringan seperti Telkomsel, XL, Axis dan lainnya kerap menawarkan paket komunikasi kepada calon jemaah.

 

Nelson juga menjelaskan, pada kegiatan pengantaran koper jemaah Sabtu (9/5) lalu, pihak Kakamenhaj memang memfasilitasi tempat, namun tidak pernah memberikan instruksi ataupun mewajibkan jemaah membeli paket pulsa tertentu.

 

“Kami hanya memfasilitasi tempat. Tidak ada hubungan dengan penjualan ataupun kewajiban membeli paket pulsa,” tegasnya.

 

Meski demikian, aktivis Fidiel Castro menilai persoalan utama bukan sekadar penjualan paket pulsa, melainkan lokasi penjualan yang dilakukan di dalam lingkungan kantor Kakamenhaj. Menurutnya, kondisi itu berpotensi menimbulkan persepsi bahwa vendor merupakan bagian resmi dari pihak Kemenhaj.

 

“Kalau penjualan dilakukan di dalam gedung kantor, jemaah bisa mengira itu program resmi dari Kakamenhaj. Ini yang berbahaya karena bisa menimbulkan tekanan psikologis kepada jemaah,” kata Fidiel.

 

Ia juga menyoroti dugaan adanya vendor yang disebut menyampaikan bahwa paket tersebut bersifat wajib, sehingga membuat sebagian jemaah merasa takut apabila tidak membeli maka pelayanan atau ibadah hajinya akan terganggu.

 

Fidiel menegaskan, seharusnya pihak vendor memperkenalkan diri secara terbuka bahwa mereka adalah pihak swasta atau provider jaringan, bukan bagian dari Kakamenhaj maupun pembimbing ibadah haji.

 

“Kalau memang hanya pedagang atau vendor provider, harus jelas identitasnya. Jangan sampai jemaah salah paham dan merasa diwajibkan membeli karena kegiatan dilakukan di fasilitas kantor pemerintah,” pungkasnya.

 

Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia Ogan Ilir

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu
Rokok Rp26 Ribu, Rp19 Ribu untuk Cukai: Industri Rokok Legal Terjepit Tekanan Cukai dan Produk Ilegal
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat
Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri: Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit
Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Intens, PVMBG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

20 Tangki Air Bersih Dikirim, SMSI dan Dulur Sikep Nyawiji Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 - 13:40 WIB

Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja

Selasa, 15 September 2026 - 13:39 WIB

Gerak Bersama Hadapi Kekeringan, SMSI, Dulur Sikep dan Polresta Pati Turun Tangan

Selasa, 15 September 2026 - 13:37 WIB

SMSI Desak Transparansi Dana Desa, Semua Tahapan Anggaran Harus Terbuka

Senin, 14 September 2026 - 19:56 WIB

PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk: Pengangguran Meluas, Kebutuhan Harian Mencekik

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Sematkan Budaya Tertib Sejak Dini, Sat Lantas Polres Toraja Utara Gelar “Police Goes to School” di SMA Kristen Rantepao

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Tangani Penyelewengan BBM Subsidi Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Ikuti Konferensi Pers Serentak Bersama Polda Sulsel

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Rokok Ilegal Menyusup Lewat Banyak Jalur, Bea Cukai Kendari Kejar hingga Baubau

Berita Terbaru