AJI Desak Prabowo Minta Maaf, Sebutan Londo Ireng Dinilai Lecehkan Jurnalis

baraNews

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:10 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bayu Wardhana, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk meminta maaf atas ucapannya yang mengibaratkan wartawan sebagai ‘londo ireng’. Pernyataan Prabowo itu dinilai Bayu sebagai bentuk diskriminasi yang memojokkan profesi jurnalis sebagai kelompok kritis yang dianggap berkhianat pada bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Bayu pada Jumat, 24 Juli 2026, lewat pesan singkat. Ia menilai, istilah ‘londo ireng’ yang berarti pengkhianat atau yang membela kepentingan asing, merendahkan kerja jurnalistik yang pada dasarnya menyampaikan fakta kepada publik. Bayu juga mencontohkan pemberitaan seputar kasus keracunan menu makan bergizi (MBG), program prioritas pemerintahan Prabowo, sebagai bentuk kritik konstruktif yang seharusnya dilihat sebagai masukan, bukan serangan.

Menurut Bayu, ucapan Presiden yang menyasar wartawan dan kelompok kritis lainnya sama saja dengan bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalis. Ia menekankan seharusnya Presiden tidak menyerang pekerja media, tetapi lebih fokus membenahi masalah yang dikritik. Bayu mendesak Presiden Prabowo segera menyatakan permohonan maaf dan memperbaiki komunikasi publik dalam setiap pidatonya.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, dalam puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center, Kamis, 23 Juli 2026, Prabowo secara terbuka menyebut masih adanya londo ireng zaman sekarang, yang menurutnya kini berbaju wartawan, jurnalis, pengamat hingga LSM. Prabowo menyebut kelompok itu selalu mencari kekurangan pemerintah dengan menyoroti sisi negatif saja, seperti pemberitaan soal sekolah roboh di tengah perbaikan ribuan sekolah yang dilakukan pemerintah.

Pernyataan Prabowo itu menuai sorotan dari kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan pers yang khawatir stigma tersebut rentan disalahgunakan dan memicu represi pada insan pers. Bayu menilai, kritik jurnalis semestinya dianggap sebagai bagian dari kontrol publik dalam negara demokratis, bukan musuh negara. AJI meminta Presiden Prabowo untuk membuka ruang dialog dan menghormati kerja jurnalis yang mengabdi pada kebenaran serta kepentingan publik. (*)

Berita Terkait

Memahami “Sesuatu yang Salah” dalam Kebijakan Pendanaan Kesehatan di Indonesia: Antara Keterbatasan Anggaran dan Tanggung Jawab Negara
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
Fourlen Diana Terpilih Sebagai Ketua Umum DPP Tiara Kusuma Periode 2026–2030
Mayjen TNI Krido Pramono Gugah Semangat Anak Bangsa Lewat Lagu “Teruslah Melangkah”, PW GP Al Washliyah Beri Apresiasi Tinggi
Safrizal ZA Dorong Enam Kota Indonesia Jadi Penggerak Smart City ASEAN
Suasana Haru Warnai Sertijab Kepala SMAN 1 Tanjung Raja, Ahmad Mashudi Ditunjuk sebagai Plh
Vonis 6 Bulan dalam Kasus Penganiayaan Berujung 10 Jahitan PN Kayuagung Tuai Sorotan Publik, Dimana Rasa Keadilan Bagi Korban?
MPLS Ramah SMAN 1 Indralaya (SATRYA) 2026: Kenali Diri, Lingkungan Sekolah, dan Kurikulum. Lejitkan Potensi Diri, Raih Asa dan Cita

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:59 WIB

Konflik Tiket Jatah Wartawan Warnai Laga Persib Bandung di Piala Presiden 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:17 WIB

FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:53 WIB

PW GP Al Washliyah Pertanyakan Keistimewaan Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: “Semua Warga Negara Sama di Mata Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Senin, 20 Juli 2026 - 18:49 WIB

Horor Antrian BBM Sudah Terjadi Dimana Mana Menjadi Dilema Masyarakat

Senin, 20 Juli 2026 - 12:59 WIB

Dr. (c) Prihatin Kusdini, SH.MH Terpilih Sebagai Ketua Umum Posbakum PETISI AHLI

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:05 WIB

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:49 WIB

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan ormas Golkar!

Berita Terbaru