Mahasiswa KUKERTA UNRI Ciptakan Alat Penabur Pupuk Sederhana, Dorong Kemandirian Petani Desa Sukamaju

baraNews

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:47 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Workshop Pengenalan Alat Penabur Pupuk Paralon Sederhana di Desa Sukamaju

Workshop Pengenalan Alat Penabur Pupuk Paralon Sederhana di Desa Sukamaju

[ SUKAMAJU (14/7/2026) — Dalam upaya mendorong kemandirian pertanian desa dan memajukan potensi lokal, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau; Kelompok Arunika meluncurkan program pemberdayaan petani di Desa Sukamaju Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Program kerja yang berlangsung pada Jumat (10/07) pukul 14.00 WIB di Balai Desa Sukamaju. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan dan perancangan alat penabur pupuk paralon sederhana bersistem tekan otomatis. Jumat (10/07/26).

Demonstrasi Penggunaan Alat Penabur Pupuk Kepada Masyarakat

Masyarakat Desa Suka Maju yang mayoritas bermata pencaharian sebagai dan pekebun menjadi sasaran peserta pada kegiatan workshop ini. Mereka berkumpul untuk mengikuti workshop yang terdiri dari kegiatan sosialisasi atau pengenalan alat, demonstrasi pembuatan alat serta demonstrasi penggunaan alat penabur pupuk.Ketua Pelaksana KUKERTA UNRI; Panangian Batu Bara, menjelaskan bahwa inovasi alat penabur dari pipa PVC ini dirancang untuk mempermudah kerja petani. “Cukup ditekan sekali, pupuk langsung keluar pas di titik yanng diinginkan. Selain hemat tenaga karena petani tidak perlu membungkuk lagi, alat ini juga sangat murah karena memanfaatkan bahan sekitar seperti sisa paralon, karet ban dan kayu,” ujarnya.

Pemanenan Ubi Bersama di BUMDes Sukamaju

Pada sesi akhir kegiatan, seluruh panitia dan perwakilan petani bersama-sama beranjak menuju lahan pertanian BUMDes untuk mendemonstrasikan langsung performa alat penabur pupuk paralon tersebut di atas tanah. Kegiatan diakhiri dengan melakukan panen bersama ubi kayu yang ada di lahan pertanian BUMDes. Melalui sinergi teknologi sederhana ini, masyarakat berharap efisiensi bertani di Desa Suka Maju dapat meningkat secara mandiri.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pj. Kepala Desa Suka Maju, Bapak Sunarto, M.Pd., menyambut hangat kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia berharap keterampilan baru ini bisa konsisten diterapkan demi kemajuan produktivitas dan mempermudah masyarakat Desa Suka Maju. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KUKERTA dapat berdampak langsung bagi masyarakat Desa Sukamaju. Acara yang berlangsung semiformal ini ditutup dengan aksi turun ke lapangan.]
(Tim KKN Desa Suka Maju)

Berita Terkait

20 Tangki Air Bersih Dikirim, SMSI dan Dulur Sikep Nyawiji Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja
Gerak Bersama Hadapi Kekeringan, SMSI, Dulur Sikep dan Polresta Pati Turun Tangan
SMSI Desak Transparansi Dana Desa, Semua Tahapan Anggaran Harus Terbuka
Kapolresta Pati Temui Warga Cluwak, Bahas Kamtibmas dan Kenakalan Remaja
PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk: Pengangguran Meluas, Kebutuhan Harian Mencekik
Sematkan Budaya Tertib Sejak Dini, Sat Lantas Polres Toraja Utara Gelar “Police Goes to School” di SMA Kristen Rantepao
Tangani Penyelewengan BBM Subsidi Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Ikuti Konferensi Pers Serentak Bersama Polda Sulsel

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:50 WIB

Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang

Rabu, 16 September 2026 - 07:11 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Rabu, 2 September 2026 - 07:45 WIB

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Selasa, 1 September 2026 - 21:19 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:55 WIB

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terbaru