Pasaman Barat baraNews
Bakal Calon Wali Nagari untuk Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di Kabupaten Pasaman Barat terus menghadirkan figur-figur baru. Salah satunya adalah Arif Winardi sosok pemuda yang menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Wali Nagari Aua Kuning
Dalam proses pendaftaran Arif Winardi langsung di antarkan bersama masyarakat yang ikut berpartisipasi untuk memastikan beliau terdaftar, di kantor Wali nagari Aua kuning,Selasa (14/07/2026)

Rifa dan Nurjannah salah seorang masyarakat Aua kuning menyampaikan kita dari masyarakat yang hadir hari ini memastikan saudara Arif Winardi sudah terdaftar jadi calon wali nagari Aua kuning,
Tentu kami dari masyarakat yang hadir hari ini calon kita dari nagari Aua kuning sudah sah dan kedepannya kita berharap kepada masyarakat untuk bersama sama memilih dan memenangkan Arif Winardi
Harapan kita kedepannya nagari kita ini lebih baik baik Lagi kedepannya, karena apabila kita memilih yang baik tentu akan menghasilkan yang baik itu ucapnya.
Lebah jauh Rifa dan Nurjannah berharap kedepan Arif Winardi apabila terpilih nantik jadi wali nagari Aua kuning jangan sampai lupa kepada tugas dan kewajibannya sebagai wali nagari Aua kuning, untuk melayani masyarakat dengan baik dan bijaksana jelasnya
Lebih jauh Arif Winardi Sebagai calon wali nagari Aua kuning Selain kita kenal sebagai pemuda kreatif Arif Winardi juga aktif menginisiasi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda di nagari Aua kuning, dan pengembangan kepemimpinan.
Arif Winardi menyampaikan kita sakan selalu ingat dan komitmen dalam menyampaikan aspirasi masyarakat Aua kuning Dima ia menilai pembinaan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan. Yang lebih penting adalah membentuk karakter agar mampu menghadapi derasnya arus informasi di era digital secara bijaksana.
Ia menilai media sosial kini memiliki pengaruh besar terhadap kualitas demokrasi sekaligus kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, generasi muda harus mampu menghadirkan narasi yang menyejukkan serta mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat.
“Perbedaan pilihan politik adalah sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun jangan pernah membiarkan perbedaan itu berubah menjadi kebencian. Mari kita bangun politik yang santun, mengedepankan gagasan, bukan hoaks, fitnah, apalagi caci maki,” ujar Arif
Kemudian pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, literasi digital harus berjalan beriringan dengan akhlak, etika, dan kemampuan menyaring informasi sebelum disebarluaskan kepada masyarakat.
“Media sosial jangan hanya menjadi tempat mencari hiburan atau melampiaskan emosi. Jadikan media sosial sebagai ruang berbagi ilmu, inspirasi, dan solusi bagi masyarakat,” katanya
Ia menilai berbagai tantangan sosial, mulai dari penyalahgunaan narkoba, penyebaran hoaks, paham radikalisme, persoalan LGBT, hingga berbagai bentuk provokasi sosial, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Generasi muda harus menjadi teladan. Berani mengatakan yang benar, menolak informasi bohong, menjaga persatuan, dan ikut menciptakan suasana yang damai di tengah masyarakat,” tegasnya.
Mengapa saya mengutamakan pemuda, karena dalam masyarakat pemuda adalah suatu tentang baik dan buruk dalam masyarakat,
Kita butuh bantuan pemuda pemudi dan ibuk ibuk serta seluruh masyarakat Aua kuning ini bersama sama membangun Nagari kita ini ke yang lebih baik lagi..tutup Arif
(Hakimi)































