Blunder Klarifikasi SPMB SMPN 1 Indralaya? Jarak Domisili Disebut 2 Km, Lalu Berubah Jadi 1,40 Km “Panik Enggak”

FIDER CASTRO

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:44 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indralaya, – baranews.net, Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Domisili di SMP Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, terus menjadi perhatian publik. Menyusul beredarnya sejumlah pemberitaan terkait dugaan kejanggalan dalam proses seleksi, Kepala SMPN 1 Indralaya, Herlina, akhirnya memberikan klarifikasi melalui wawancara video bersama Tribun Sumsel pada Selasa (17/6/2026).

 

Dalam wawancara yang dilakukan di ruang kerjanya, Herlina didampingi oleh Murni selaku petugas teknis pelaksanaan SPMB SMPN 1 Indralaya. Klarifikasi tersebut membahas mekanisme penerimaan peserta didik baru, khususnya terkait keluhan sejumlah orang tua mengenai siswa yang tidak lolos melalui jalur domisili.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Diketahui, video klarifikasi tersebut beredar terlebih dahulu di Grup WhatsApp Info Sumsel sekitar pukul 17.25 WIB sebelum kemudian diberitakan oleh sejumlah media online pada hari yang sama. Di antaranya berita berjudul “Viral! Misteri Seleksi Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya, Jarak Dekat Tersingkir, Jarak Lebih Jauh Lolos, Dinas Pendidikan Ogan Ilir Diminta Bertindak” serta “Dugaan Kejanggalan SPMB SMP Negeri 1 Indralaya Terus Disorot dan Makin Menguat, Orang Tua Murid Pertanyakan Data Jarak Domisili”.

 

Namun, klarifikasi yang disampaikan pihak sekolah belum sepenuhnya menjawab keraguan sejumlah orang tua siswa. Salah seorang wali murid, melalui pesan WhatsApp yang diteruskan Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia Ogan Ilir (PPWI-OI), Fidiel Castro, mengaku masih mempertanyakan konsistensi penjelasan yang diberikan pihak sekolah.

 

Menurutnya, terdapat perbedaan informasi terkait penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jalur prestasi maupun data jarak domisili yang digunakan dalam proses seleksi.

 

“Awalnya disebut jaraknya sekitar 2 kilometer, kemudian berubah menjadi 1,40 kilometer. Kalau memang berubah, tentu masyarakat mempertanyakan dasar perubahannya. Kami hanya ingin penjelasan yang jelas dan transparan,” ungkapnya.

 

Ia juga mempertanyakan hasil pengukuran jarak yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Beberapa peserta yang secara kasat mata terlihat tinggal lebih jauh dari sekolah justru tercatat memiliki jarak lebih dekat dalam sistem.

 

“Kalau menggunakan logika masyarakat, tentu ini menimbulkan tanda tanya. Kami ingin tahu metode pengukuran yang digunakan sehingga hasilnya bisa seperti itu,” katanya.

 

Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua PPWI-OI Fidiel Castro berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

 

Ia meminta Bupati Ogan Ilir serta instansi terkait tidak hanya menerima laporan dari satu pihak, tetapi juga melakukan investigasi dan pengecekan langsung terhadap mekanisme pengukuran jarak domisili yang digunakan dalam sistem SPMB.

 

“Harapan kami persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, transparan, dan objektif. Jika memang tidak ada kesalahan, tentu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Namun jika ditemukan ketidaksesuaian, perlu dilakukan evaluasi demi menjamin keadilan bagi seluruh calon peserta didik,” ujarnya.

 

Menurutnya, penyelesaian yang adil sangat penting mengingat persoalan ini menyangkut hak pendidikan anak-anak dan masa depan generasi muda di Kabupaten Ogan Ilir.

 

Hingga berita ini ditulis, polemik terkait data jarak domisili dan mekanisme seleksi SPMB SMPN 1 Indralaya masih menjadi perhatian masyarakat dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia (Fc)

Berita Terkait

20 Tangki Air Bersih Dikirim, SMSI dan Dulur Sikep Nyawiji Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja
Gerak Bersama Hadapi Kekeringan, SMSI, Dulur Sikep dan Polresta Pati Turun Tangan
SMSI Desak Transparansi Dana Desa, Semua Tahapan Anggaran Harus Terbuka
Kapolresta Pati Temui Warga Cluwak, Bahas Kamtibmas dan Kenakalan Remaja
PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk: Pengangguran Meluas, Kebutuhan Harian Mencekik
Sematkan Budaya Tertib Sejak Dini, Sat Lantas Polres Toraja Utara Gelar “Police Goes to School” di SMA Kristen Rantepao
Tangani Penyelewengan BBM Subsidi Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Ikuti Konferensi Pers Serentak Bersama Polda Sulsel

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:50 WIB

Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang

Rabu, 16 September 2026 - 07:11 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Rabu, 2 September 2026 - 07:45 WIB

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Selasa, 1 September 2026 - 21:19 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:55 WIB

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terbaru