1.100 Hektar Cetak Sawah Rakyat Belum Terealisasi, Kadisketapang Ogan Ilir: Bukan Gagal, Terkendala Faktor Alam

FIDER CASTRO

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:27 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR, – baranews.net, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disketapang) Kabupaten Ogan Ilir, Deddy Setiawan, S.H., M.M., menegaskan bahwa Program Strategis Nasional Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dikategorikan gagal, meskipun dari target 3.000 hektar lahan, masih terdapat sekitar 1.100 hektar yang belum terealisasi.

 

Saat dikonfirmasi awak media di kantornya, Jumat (5/6/2026), Deddy menjelaskan bahwa keterlambatan realisasi disebabkan faktor alam, khususnya tingginya debit air akibat curah hujan yang masih tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembukaan lahan belum dapat dilaksanakan secara optimal.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Dari target 3.000 hektar memang masih ada sekitar 1.100 hektar yang belum terealisasi. Namun ini bukan kegagalan program, melainkan pelaksanaannya masih terkendala kondisi alam. Anggaran sudah tersedia melalui APBN sebesar Rp35 juta per hektar dan pelaksanaannya dilakukan oleh kelompok tani atau Brigade Pangan,” ujar Deddy.

 

Ia juga menegaskan bahwa program cetak sawah tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, melainkan mencakup pengelolaan tata air agar lahan pertanian dapat berproduksi secara maksimal. Menurutnya, keberhasilan program akan berdampak langsung pada peningkatan indeks tanam dan produksi pangan daerah.

 

“Tujuan utamanya adalah membangun sistem tata kelola air yang baik. Saat air berlebih bisa dibuang, dan saat kemarau air dapat dialirkan ke sawah. Jika sistem ini berjalan optimal, lahan yang selama ini hanya panen satu kali setahun berpotensi menjadi dua kali tanam,” jelasnya.

 

Deddy juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan, termasuk distribusi pupuk dolomit yang belum merata serta perlunya peningkatan pemahaman pelaksana terhadap petunjuk teknis program.

 

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Ogan Ilir, Amir Hamza, sebelumnya menyampaikan pandangan berbeda. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah pusat, program tersebut seharusnya telah selesai dan siap dimanfaatkan. Karena itu, kondisi belum tergarapnya sekitar 1.100 hektar lahan dinilai sebagai bentuk belum tercapainya target program.

 

Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan kepastian mengenai realisasi sisa lahan seluas 1.100 hektar tersebut, apakah akan segera dilanjutkan atau mengalami penundaan lebih lanjut. (Fc)

 

Berita Terkait

20 Tangki Air Bersih Dikirim, SMSI dan Dulur Sikep Nyawiji Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja
Gerak Bersama Hadapi Kekeringan, SMSI, Dulur Sikep dan Polresta Pati Turun Tangan
SMSI Desak Transparansi Dana Desa, Semua Tahapan Anggaran Harus Terbuka
Kapolresta Pati Temui Warga Cluwak, Bahas Kamtibmas dan Kenakalan Remaja
PT WIN Berhenti Beroperasi, Ekonomi Warga Lingkar Tambang Terpuruk: Pengangguran Meluas, Kebutuhan Harian Mencekik
Sematkan Budaya Tertib Sejak Dini, Sat Lantas Polres Toraja Utara Gelar “Police Goes to School” di SMA Kristen Rantepao
Tangani Penyelewengan BBM Subsidi Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Ikuti Konferensi Pers Serentak Bersama Polda Sulsel

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:50 WIB

Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang

Rabu, 16 September 2026 - 07:11 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Rabu, 2 September 2026 - 07:45 WIB

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Selasa, 1 September 2026 - 21:19 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:55 WIB

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terbaru