JAKARTA— Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke lokasi terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai kritik. Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menilai kunjungan tersebut sebagai manuver politik karena mempertanyakan komposisi rombongan yang dibawa Gibran.
Penilaian itu disampaikan Gigin melalui akun X miliknya, Sabtu (22/8/2026). Ia menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam rombongan kunjungan Wakil Presiden ke wilayah terdampak bencana.
“Kunjungan Gibran ke daerah bencana di NTT adalah manuver politik,” kata Gigin, dikutip dari unggahannya.
Menurut Gigin, Wakil Presiden semestinya melibatkan tenaga profesional yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam penanganan bencana untuk membantu masyarakat terdampak.
“Dia tidak membawa profesional yang mumpuni untuk membantu para korban,” ujarnya.
Gigin juga mengkritik keterlibatan mahasiswa yang dinilainya belum memiliki pengalaman dalam penanganan korban bencana alam.
“Dia membawa mahasiswa yang nol pengalaman dalam membantu korban bencana alam,” kata Gigin.
Gibran tiba di NTT pada Kamis (20/8/2026). Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka. Di lokasi tersebut, Gibran berdialog dengan warga serta meninjau penanganan masyarakat terdampak bencana.
Dalam dialog dengan warga, Gibran menyampaikan permohonan maaf apabila penanganan di lapangan masih memiliki kekurangan. Ia menegaskan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.
“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” kata Gibran, sebagaimana dikutip Antara.
Gibran mengatakan telah meminta jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah memastikan bantuan menjangkau seluruh warga terdampak, termasuk masyarakat yang tinggal di kawasan yang sulit diakses.
Kebutuhan dasar berupa makanan, air bersih, fasilitas sanitasi, obat-obatan, hingga layanan kesehatan, menurut dia, harus dipastikan tersedia dan diterima para penyintas.
Wakil Presiden juga meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, di antaranya ibu hamil dan menyusui, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak-anak.
“Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” tutur Gibran.
Ia menambahkan, pemerintah akan menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan tahapan pemulihan setelah bencana. Langkah itu, kata dia, dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan berlangsung cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” ujar Gibran.
Di tengah kritik mengenai muatan politik kunjungannya, pernyataan Gigin merupakan penilaian pengamat terhadap agenda tersebut. Sementara itu, Gibran menempatkan kunjungannya sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan darurat dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak berjalan sebagaimana mestinya. (*)

































