Seniman Ketoprak Bantul Meninggal Dunia Saat Tampil di Atas Panggung

baraNews

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:27 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTUL – Dunia seni pertunjukan Yogyakarta dikejutkan dengan kabar meninggalnya Sarjiyono alias Mbethut, seorang seniman ketoprak asal Bantul, saat tampil dalam sebuah pentas tradisional di Petung, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, pada Selasa (18/8/2026) malam. Kejadian ini viral di media sosial setelah terekam dalam video unggahan sejumlah akun Instagram.

Dalam pertunjukan yang digelar di panggung terbuka, Sarjiyono terlihat sedang berakting bersama seorang pemain wanita sembari diiringi gamelan dan para pengrawit. Ia, yang mengenakan kebaya pink dan blangkon, sempat berjoget dan memeluk rekannya dalam sebuah adegan lakon. Tak lama setelah itu, Sarjiyono tiba-tiba terjatuh ke tanah. Di awal, penonton dan pemain lain sempat mengira adegan tersebut merupakan bagian dari cerita yang dimainkan.

Namun, setelah cukup lama tidak bangun, rekan-rekannya mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Mereka berusaha membangunkan Sarjiyono dan kemudian mengevakuasi ke belakang panggung. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil dan Sarjiyono dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar duka ini langsung menyebar luas, mendapat atensi dari warganet dan komunitas seni budaya. Banyak yang menyampaikan belasungkawa dan mengenang Sarjiyono sebagai seniman yang konsisten menghidupkan kesenian ketoprak di Bantul dan Yogyakarta.

Peristiwa meninggalnya Sarjiyono di atas panggung menjadi pengingat bagi masyarakat akan besarnya pengorbanan dan dedikasi para pelaku seni tradisional. Sarjiyono meninggalkan jejak mendalam di dunia ketoprak dan akan selalu dikenang lewat karya-karyanya. (*)

Berita Terkait

Peringati Hari Radio Nasional ke-81, Radio Komunitas Karisma Jogja Tegaskan: “Radio Harus Jadi Suara yang Berdaulat”
Antusiasme Santri di Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke XIII di Kapanewon Gamping
The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:50 WIB

Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang

Rabu, 16 September 2026 - 07:11 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar

Rabu, 2 September 2026 - 07:45 WIB

Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal

Selasa, 1 September 2026 - 21:19 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau KPK Periksa & Ungkap Semua Dinas Pemkab Bogor, SKPD Para Camat dan Kadesnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:55 WIB

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pengamat: “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terbaru