BANTUL – Dunia seni pertunjukan Yogyakarta dikejutkan dengan kabar meninggalnya Sarjiyono alias Mbethut, seorang seniman ketoprak asal Bantul, saat tampil dalam sebuah pentas tradisional di Petung, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, pada Selasa (18/8/2026) malam. Kejadian ini viral di media sosial setelah terekam dalam video unggahan sejumlah akun Instagram.
Dalam pertunjukan yang digelar di panggung terbuka, Sarjiyono terlihat sedang berakting bersama seorang pemain wanita sembari diiringi gamelan dan para pengrawit. Ia, yang mengenakan kebaya pink dan blangkon, sempat berjoget dan memeluk rekannya dalam sebuah adegan lakon. Tak lama setelah itu, Sarjiyono tiba-tiba terjatuh ke tanah. Di awal, penonton dan pemain lain sempat mengira adegan tersebut merupakan bagian dari cerita yang dimainkan.
Namun, setelah cukup lama tidak bangun, rekan-rekannya mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Mereka berusaha membangunkan Sarjiyono dan kemudian mengevakuasi ke belakang panggung. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil dan Sarjiyono dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Kabar duka ini langsung menyebar luas, mendapat atensi dari warganet dan komunitas seni budaya. Banyak yang menyampaikan belasungkawa dan mengenang Sarjiyono sebagai seniman yang konsisten menghidupkan kesenian ketoprak di Bantul dan Yogyakarta.
Peristiwa meninggalnya Sarjiyono di atas panggung menjadi pengingat bagi masyarakat akan besarnya pengorbanan dan dedikasi para pelaku seni tradisional. Sarjiyono meninggalkan jejak mendalam di dunia ketoprak dan akan selalu dikenang lewat karya-karyanya. (*)

































