BMKG NTT Pastikan Isu Prediksi Gempa Susulan Besar Hari Ini Tidak Benar

baraNews

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:33 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTT |  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur memastikan isu tentang prediksi akan terjadinya gempa susulan besar pada Sabtu (15/8/2026) pukul 09.00 WITA yang beredar di media sosial adalah informasi tidak benar alias hoaks. Hal ini ditegaskan Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, dalam keterangan resmi di Kupang, Sabtu.

Arief menjelaskan, narasi yang beredar memuat peringatan akan adanya gempa besar susulan dengan menyebut waktu dan tanggal secara spesifik. Menurutnya, secara ilmiah, gempa bumi hingga kini tidak dapat diprediksi secara tepat, baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya. Ia menambahkan, teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini hanya mampu mendeteksi dan menganalisis gempa setelah terjadi, termasuk menentukan parameter seperti magnitudo, kedalaman, serta lokasi episenter, dan menganalisis potensi tsunami jika memenuhi syarat.

Dengan dasar tersebut, Arief menegaskan klaim terkait prediksi gempa besar susulan tidak memiliki dasar ilmiah dan bukan merupakan pernyataan resmi dari BMKG. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta tidak menyebarluaskan kabar yang belum jelas kebenarannya. Literasi kebencanaan di masyarakat juga diharapkan dapat terus ditingkatkan agar tidak mudah terpengaruh hoaks.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arief memastikan, seluruh informasi resmi terkait gempa bumi, tsunami, dan fenomena geofisika lain hanya disampaikan melalui kanal-kanal resmi BMKG, seperti laman www.bmkg.go.id, akun media sosial @infoBMKG, dan aplikasi Info BMKG.

Sebelumnya, BMKG mencatat terjadinya gempa bermagnitudo 7,7 di wilayah Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Gempa yang memicu peringatan dini tsunami itu selanjutnya dimutakhirkan menjadi magnitudo 7 dan akhirnya peringatan dini telah dinyatakan berakhir.

BMKG mengingatkan, masyarakat yang berada di daerah terdampak perlu mengikuti hanya informasi dari sumber resmi agar terhindar dari keresahan yang tidak perlu akibat isu atau prediksi yang tidak memiliki dasar ilmiah. (*)

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu
Rokok Rp26 Ribu, Rp19 Ribu untuk Cukai: Industri Rokok Legal Terjepit Tekanan Cukai dan Produk Ilegal
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat
Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri: Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit
Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Intens, PVMBG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:13 WIB

Danrem 143/HO Dampingi Pangdam XIV/Hasanuddin pada Kunjungan Kerja di Sultra

Kamis, 17 September 2026 - 18:12 WIB

Danrem 143/HO Dampingi Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Koperasi Desa Merah Putih Punggaloba

Kamis, 17 September 2026 - 18:11 WIB

Sat Reskrim Polres Toraja Utara Lakukan Pemeriksaan dan Pemantauan Berkala SPBU Antisipasi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Kamis, 17 September 2026 - 18:10 WIB

Gelar Pembinaan Rohani di Ruang Tahanan, Kapolres Toraja Utara Harap Para Tahanan Jauh Lebih Baik

Kamis, 17 September 2026 - 18:08 WIB

Kasrem 143/HO Pimpin Upacara 17-an September dan Purna Tugas Prajurit Korem 143/HO

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

20 Tangki Air Bersih Dikirim, SMSI dan Dulur Sikep Nyawiji Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 - 13:40 WIB

Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja

Selasa, 15 September 2026 - 13:39 WIB

Gerak Bersama Hadapi Kekeringan, SMSI, Dulur Sikep dan Polresta Pati Turun Tangan

Berita Terbaru