Dua Oknum Anggota Polres Wakatobi Diduga Siksa Tiga Remaja, Propam Lakukan Pemeriksaan

baraNews

- Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:03 WIB

50106 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAKATOBI – Dugaan penyiksaan terhadap tiga remaja di bawah umur oleh dua anggota kepolisian mencuat di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dua personel Polres Wakatobi, Briptu Ahmad Bashari dan Bripda Fahrul, dilaporkan atas dugaan melakukan kekerasan terhadap J (14), R (17), dan G (16), warga Desa Padaraya Makmur, Kecamatan Wangi-Wangi.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah keluarga korban mengungkap dugaan penyiksaan yang disebut berlangsung pada malam hari di sebuah rumah kos yang diduga ditempati para terlapor. Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah ketiga remaja tidak memenuhi target penjualan rokok ilegal yang menurut keluarga korban diperintahkan oleh kedua anggota polisi tersebut.

Saleh (42), kakak korban R, mengatakan adiknya bersama dua remaja lainnya diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik. Menurut dia, korban dipukul, ditendang, disundut rokok, hingga disetrum selama beberapa jam.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan peristiwa itu berlangsung dari sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 Wita. Saleh juga menduga para pelaku berada dalam pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, R mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, muntah-muntah, dan tidak mampu berdiri. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis selama dua hari.

Selain R, dua korban lainnya juga disebut mengalami perlakuan serupa. Keluarga korban mengungkapkan bahwa J sempat diborgol sebelum diduga diceburkan ke laut. Sementara G juga dilaporkan mengalami kekerasan fisik dalam peristiwa yang sama.

Keluarga korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Wakatobi pada 24 Juni 2026. Namun, menurut Saleh, pihak keluarga sempat diminta untuk tidak menyebarluaskan kasus itu melalui media sosial. Pengakuan tersebut menambah perhatian publik terhadap proses penanganan perkara.

Merasa tidak mengetahui langkah hukum yang harus ditempuh, keluarga korban akhirnya menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat luas dengan harapan mendapatkan perhatian dan keadilan.

Kapolres Wakatobi, I Gusti Putu Adi, membenarkan bahwa dua anggotanya telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Wakatobi. Ia menegaskan laporan keluarga korban tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, institusinya berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional dan bertanggung jawab. Pemeriksaan internal dilakukan untuk mengungkap fakta serta memastikan ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan oleh kedua anggota tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan anak di bawah umur sebagai korban. Apabila seluruh dugaan yang disampaikan keluarga korban terbukti melalui proses hukum, para terlapor berpotensi menghadapi sanksi pidana, etik, maupun disiplin kepolisian.

Dari aspek pidana, perbuatan yang diduga dilakukan dapat berkaitan dengan ketentuan penganiayaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), termasuk pasal mengenai penganiayaan yang mengakibatkan luka berat apabila unsur-unsurnya terpenuhi. Selain itu, karena korban merupakan anak di bawah umur, perkara ini juga dapat dikaitkan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak yang melarang segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Di lingkungan internal Polri, dugaan pelanggaran tersebut juga dapat menjadi objek pemeriksaan kode etik profesi. Jika terbukti melakukan pelanggaran berat yang mencederai kehormatan institusi, anggota yang bersangkutan dapat dikenai sanksi mulai dari hukuman disiplin hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sesuai peraturan yang berlaku.

Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap kedua anggota Polres Wakatobi masih berlangsung. Publik menantikan hasil penyelidikan dan penanganan kasus secara transparan guna memastikan perlindungan hukum bagi para korban serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Berita Terkait

Nelayan Tewas Mengenaskan di Sel Polsek Kajang, Diduga Dianiaya dan Diperas Rp 10 Juta: 4 Polisi Dipatsus
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE
PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum
PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP
PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL
PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!
DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI
Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 15:26 WIB

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Bukan Sekadar Menjaga, Brimob Aceh Hadir Di Tengah Banjir Demi Keselamatan Masyarakat Subulussalam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH Rektor UBNB, Klaem Luar Biasa! Baru 6 Bulan Berdiri, Eskul Taekwondo SDN Cibatok 03 Wakili Cibungbulang Sabet 2 Perunggu di BAPOPSI Cup 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:42 WIB

BAZNAS OGAN ILIR HADIRI UPACARA HARI SANTRI NASIONAL 2026 DI PONPES RAUDHATUL ULUM SAKATIGA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:30 WIB

YLBHI-LBH Bandar Lampung Kecam Perampasan Hak Atas Air Bersih Di Rajabasa Lampung Selatan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB