Kunjungan Gibran ke Lokasi Bencana di NTT Dinilai Bermuatan Politik, Pemerintah Tegaskan Fokus Penanganan Korban

baraNews

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:39 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA— Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke lokasi terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai kritik. Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menilai kunjungan tersebut sebagai manuver politik karena mempertanyakan komposisi rombongan yang dibawa Gibran.

Penilaian itu disampaikan Gigin melalui akun X miliknya, Sabtu (22/8/2026). Ia menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam rombongan kunjungan Wakil Presiden ke wilayah terdampak bencana.

“Kunjungan Gibran ke daerah bencana di NTT adalah manuver politik,” kata Gigin, dikutip dari unggahannya.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Gigin, Wakil Presiden semestinya melibatkan tenaga profesional yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam penanganan bencana untuk membantu masyarakat terdampak.

“Dia tidak membawa profesional yang mumpuni untuk membantu para korban,” ujarnya.

Gigin juga mengkritik keterlibatan mahasiswa yang dinilainya belum memiliki pengalaman dalam penanganan korban bencana alam.

“Dia membawa mahasiswa yang nol pengalaman dalam membantu korban bencana alam,” kata Gigin.

Gibran tiba di NTT pada Kamis (20/8/2026). Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka. Di lokasi tersebut, Gibran berdialog dengan warga serta meninjau penanganan masyarakat terdampak bencana.

Dalam dialog dengan warga, Gibran menyampaikan permohonan maaf apabila penanganan di lapangan masih memiliki kekurangan. Ia menegaskan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.

“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” kata Gibran, sebagaimana dikutip Antara.

Gibran mengatakan telah meminta jajaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah memastikan bantuan menjangkau seluruh warga terdampak, termasuk masyarakat yang tinggal di kawasan yang sulit diakses.

Kebutuhan dasar berupa makanan, air bersih, fasilitas sanitasi, obat-obatan, hingga layanan kesehatan, menurut dia, harus dipastikan tersedia dan diterima para penyintas.

Wakil Presiden juga meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, di antaranya ibu hamil dan menyusui, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak-anak.

“Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” tutur Gibran.

Ia menambahkan, pemerintah akan menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan tahapan pemulihan setelah bencana. Langkah itu, kata dia, dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan berlangsung cepat, tepat, dan berkelanjutan.

“Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” ujar Gibran.

Di tengah kritik mengenai muatan politik kunjungannya, pernyataan Gigin merupakan penilaian pengamat terhadap agenda tersebut. Sementara itu, Gibran menempatkan kunjungannya sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan darurat dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak berjalan sebagaimana mestinya. (*)

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu
Rokok Rp26 Ribu, Rp19 Ribu untuk Cukai: Industri Rokok Legal Terjepit Tekanan Cukai dan Produk Ilegal
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat
Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri: Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit
Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Intens, PVMBG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:13 WIB

Danrem 143/HO Dampingi Pangdam XIV/Hasanuddin pada Kunjungan Kerja di Sultra

Kamis, 17 September 2026 - 18:12 WIB

Danrem 143/HO Dampingi Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Koperasi Desa Merah Putih Punggaloba

Kamis, 17 September 2026 - 18:11 WIB

Sat Reskrim Polres Toraja Utara Lakukan Pemeriksaan dan Pemantauan Berkala SPBU Antisipasi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Kamis, 17 September 2026 - 18:10 WIB

Gelar Pembinaan Rohani di Ruang Tahanan, Kapolres Toraja Utara Harap Para Tahanan Jauh Lebih Baik

Kamis, 17 September 2026 - 18:08 WIB

Kasrem 143/HO Pimpin Upacara 17-an September dan Purna Tugas Prajurit Korem 143/HO

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

20 Tangki Air Bersih Dikirim, SMSI dan Dulur Sikep Nyawiji Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 - 13:40 WIB

Legalitas Perusahaan Pers Wajib di Audit, Agus Kliwir Minta Pemerintah Cermat Pilih Media Mitra Kerja

Selasa, 15 September 2026 - 13:39 WIB

Gerak Bersama Hadapi Kekeringan, SMSI, Dulur Sikep dan Polresta Pati Turun Tangan

Berita Terbaru