Diduga Abaikan Temuan BPK RI Senilai Rp 1,96 Miliar, Rekanan Proyek PUPR Aceh Tenggara Terancam Dilaporkan LSM Tipikor ke Aparat Penegak Hukum

baraNews

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:28 WIB

50369 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane Bara News Aceh. Sabtu 16 Mei 2026. |  Tipikor, Aceh Tenggara mengancam akan melaporkan sejumlah rekanan sebangai pelaksana proyek kegiatan fisik pada Dinas PUPR Aceh setempat yang belum melakukan pelunasan atau tindak lajuti pengembalian kerugian negara sesuai hasil temuan BPK RI dari tahun 2023, 2024-2025 yang jumlahnya mencapai.Rp 1,96 milyar. demikian di sampaikan Jupri R Yadi ketua Lembaga Swadaya Masyarakat tindak pidana korupsi TIPIKOR Aceh Tenggara kepada Bara News Aceh di Kutacane,sabtu 16 mei 2026.

Jupri R Yadi lebih lanjut menguraikan Sesuai Rincian hasil audit LHP BPK RI Adanya temuan kerugian keuangan daerah terhadap sejumlah kegiatan pada Dinas PUPR Aceh Tenggara tahun 2024 mencapai Rp 1,96 Milyar yang di nilai kekurangan volume mengakibatkan adanya temuan keuangan yang berpotensi adanya dugaan korupsi oleh sejumlah oknum rekanan Pada sejumlah pelaksanaan proyek tahun 2024.

Hal ini merujuk pada hasil audit Temuan LHP BPK RI TA 2025 – LHP No. 13.B/LHP/XVIII.BAC/05/2025 tanggal 21 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun sejumlah masalah yang di duga menuai masalah di temukan dan Kekurangan volume pekerjaan pada gorong-gorong, timbunan pilihan, beton struktur fc’15 MPA, beton siklop fc’15 MPA. yang mengakibatkan Potensi kerugian negara: Rp 1,96 Milyar.

pada sisi lain adanya di temukan utang belanja tahun 2024 sebangaimana yang terdapat dalam LHP BPK.
No. 13.A/LHP/XVIII.BAC/05/2025:
-Adanya utang utang belanja per 31 Desember 2024 sebesar Rp 112,9 miliar termasuk utang di Dinas PUPR.

Jupri aktifis anti korupsi Aceh Tenggara ini,0melihat Terkait temuan Lhp BPK RI , Inspektorat Aceh Tenggara sudah melakukan reviu dan menerbitkan Laporan Hasil Reviu No. 700/03/LHR-K/IK/2025 tanggal 31 Januari 2025.Menyatakan bahwa kalau memiliki Resiko terhadap adanya utang karena membebani keuangan daerah dan potensi gugatan pihak ketiga. hal ini jelas sebangai perintah dan dorongan kuat dari Tim Auditur internal pemerintah daerah Aceh Tenggara sudah melakukan upaya dan Sebagainya peringatan kepada semua pihak untuk di tindak lanjuti sesuai ketentuan aturan yang berlaku.

Jupri le bibih jelas menyampaikan Berdasarkan ketentuan UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Pasal 20 ayat 3, instansi yang ada temuan secara material dan merugikan keuangan wajib menyampaikan jawaban atau tindak lanjut ke BPK maksimal 60 hari setelah LHP diterima. dan apa bila tidak di indahkan maka, BPK bisa meneruskan ke Aparat Penegak Hukum. Untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara Sadli ST,Melalui Sujarno ST Kabid Bina Marga Pupr Aceh Tenggara menyampaikan kepada Bara News kamis 14 Mei 2026, terkai adanya temuan BPK RI tahun 2924: saya sudah laporkan rilis ke pimpinan dan beliau mengizinkan saya (Sujarno, ST) untuk mengklarifikasi/ menjawab apa yang jarno ketahui. Izin jarno jawab untuk temuan BPK yang di keluarkan di tahun 2025 untuk dinas pupr.

Dari hasil temuan BPK ( proyek yang di kontrak) dinas PUPR telah membuat dan menyampaikan surat teguran ke 1 sampai ke 3 kepada rekanan yang mendapat temuan dan rekanan sudah sebagian mengembalikan temuan tersebut, dan sebagai tindak lanjut dari kami (PUPR-AGR) secara administrasi telah membuat teguran kepada mereka semua, dan dari hasil laporan terakhir lebih kurang telah ada 67% telah melakukan pengembalian hal ini tetap kita pantau etikat baik mereka semua jelas Sujarno.

Untuk kegiatan swakelola dana dan saya selalu PPTK nya setahu saya tidak ada temuan dan pekerjaan fiktif semua sudah dikerjakan ( tidak ada satu pun yang fiktif) demikian klarifikasi sementara ini dan kalau ada bukti bukti yg lain akan saya pelajari lagi dan ini akan menjadi catatan buat kami khususnya Dinas PUPR dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas seluruh infonya salam hormat demikian di sampaikan kepada Bara News Aceh di Kutacane.

Pada Sisi lain dari sejumlah sumber dan Data yang di himpun Bara News Aceh sejumlah kegiatan yang menjadi temuan di antaranya, pembangunan ruas jalan Biak Muli- Terutung Megara Lawe Pasaran dengan kontrak benomor: 620/268/SPPK/PPK/DOKA/PUPR/V/2023 dengan nilai kontrak sebesar 1,2 Miliyar, kerugian negara mencapai Rp. 58.914.513, adapun temuan merupakan kelebihan bayar pada pekerjaan lapisan pondasi agregat kelas A, Lastin antara AC-BC dan bahan anti pengelupas, artinya pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Kemudian pekerjaan peningkatan jalan Lawe Kinga- Buah Pala dengan kontrak 620/269/SPPK/PPK/DOKA/PUPR-AGR/V/ 2023 dengan nilai kontrak Rp. 1,2 Miliyar dengan temuan kerugian negara mencapai Rp. 117.758.866, dengan rincian temuan timbunan pilihan dengan sumber galian sebesar 22 juta, lapisan pondasi agregat kelas A sebesar Rp.76 juta, Laston AC-BC Rp.19 juta dan bahan anti pengelupas Rp.164.645.

Peningkatan rekontruksi jalan Salang baru – Lawe harum dengan kontrak 620/265/SPPK/PPK/DAK/PUPR-AGR/ V/2023 dengan kontrak Rp. 4,4 Miliyar dengan temuan hingga Rp. 117.489.246,
Rekontruksi jalan peranginan- Lawe Harum dengan nilai kontrak 7,7 Miliyar temuan mencapai Rp.223.797.116,

Peningkatan rekontruksi jalan Lawe menderung- Dolok harapan dengan kontrak sebesar Rp.9, 6 Miliyar temuan mencapai Rp. 359.661.452.

Dalam perhitungan temuan dari 12 paket pekerjaan sebesar Rp. 1.147.156.963 Miliyar.
(Kasirin).

Berita Terkait

Tipikor Minta Bupati Serius Tinjut Temuan BPK RI 40 Milyar Lebih dan Rekom ke APH
PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik
Bupati Agara M Salim Pakhry di Minta Copot Kepala OPD yang Belum Tindak Lanjuti LHP BPK RI
Rp, 37,1 Milyar Temuan BPK RI Merupakan Akumulasi Utang Rumah Sakit H Sahudin sejak 2021 -2024
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI
Sertifikat Tanpa Nama dan Tanda Tangan, LSM KOMPAK: Panitia Pelatihan Ngekhane Cederai Motto Perbaikan Pemerintahan SAH
Retakan Irigasi Lawe Harum Jadi Alarm Keras, Masyarakat Desak APH Bongkar Dugaan Kegagalan Proyek Strategis Bernilai Fantastis
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:55 WIB

Papuaku Bersih dan Aman, Satgas Yonif 521/DY Gelar Karya Bhakti Bersama Warga Distrik Kurima

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:15 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai 8 Juni, Pelat Nomor Modifikasi dan Disamarkan Jadi Target Utama Penindakan ETLE

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:49 WIB

RAKYAT MENUNTUT PENGUSUTAN TUNTAS! KASUS MBG JANGAN BERHENTI PADA TIGA TERSANGKA SAJA

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:30 WIB

RAKYAT MURKA! PROGRAM GIZI ANAK DIDUGA DIJADIKAN LADANG KEPENTINGAN, PUBLIK TUNTUT HUKUMAN SEBERAT-BERATNYA

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:28 WIB

5 Bulan Operasi, Polda Riau Sikat 525 Pelaku C3 dan Sita 189 Motor Curian

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:49 WIB

EKS KEPALA BGN DADAN HINDAYANA DIPROSES KEJAGUNG, PUBLIK MENUNTUT PENGUSUTAN TANPA TEBANG PILIH

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:01 WIB

“BPK Disebut Jadikan Langganan Media Temuan, Inspektorat Larang Kerja Sama Media, Inspektur Ogan Ilir: Belum Pernah Ada Arahan Seperti Itu

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:58 WIB

PPWI Ogan Ilir Ucapkan Selamat Atas Resmi Dilantikannya Dicky Syailendra Sebagai Sekda Definitif Ogan Ilir

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:54 WIB