OGAN ILIR, — baranews.net, Viral di berbagai media sosial dan platform digital, seorang oknum pegawai di lingkungan Damkar Ogan Ilir menjadi sorotan publik usai diduga melontarkan ucapan yang dianggap menghina serta merendahkan profesi kurir paket dan masyarakat kecil.
Meski yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf kepada kurir paket bernama Bayu, namun cara penyampaian permintaan maaf tersebut justru kembali menuai kritik dan sorotan dari masyarakat luas.
Ketua PPWI Ogan Ilir, Fidel Castro, yang ikut memantau persoalan tersebut menyayangkan sikap oknum pegawai yang diketahui bernama Riyanti Ardila. Setelah ditelusuri, yang bersangkutan disebut bukan ASN melainkan pegawai PPPK di lingkungan Damkar Ogan Ilir pada bidang P3I, yakni Pencegahan, Pengawasan, dan Penyuluhan Kebakaran.
Menurut Fidel Castro, perilaku tersebut dinilai tidak mencerminkan etika seorang pegawai pelayanan publik, terlebih ucapan yang diduga dilontarkan dianggap merendahkan profesi kurir paket dengan kata-kata yang menyinggung kondisi ekonomi seseorang.
“Yang tersinggung bukan hanya kurir paket tersebut, tetapi juga banyak masyarakat yang merasa ucapan seperti itu tidak pantas disampaikan oleh seorang pegawai pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa persoalan di lingkungan Damkar Ogan Ilir kembali menjadi perhatian publik. Sebelumnya, sempat ramai terkait dugaan penggunaan kendaraan dinas dengan pelat polisi ganda, dan kini muncul lagi polemik yang menyeret nama salah satu pegawai.
Fidel berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir tidak tinggal diam dan dapat mengambil langkah pembinaan serta evaluasi terhadap perilaku pegawai yang dianggap mencoreng citra instansi pemerintah.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Ogan Ilir, Wilson Efendi, melalui Sekretaris BKPSDM Marta Pujiono saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Sabtu (13/6/2026), membenarkan bahwa yang bersangkutan merupakan pegawai PPPK di Damkar Ogan Ilir pada bidang P3I.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Damkar Ogan Ilir Kapidin belum memberikan tanggapan saat dihubungi terkait adanya pegawai yang diduga melontarkan ucapan tidak pantas kepada kurir paket tersebut. Ketua Tim































