Islam Kaffah Menjamin Gizi Muslimah Terwujud

baraNews

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:30 WIB

5097 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuliana S.Sos (Pemerhati Sosial dan Generasi)

Angkat stunting Paser sentuh 23%, meski TPK (Tim Pendamping Keluarga) sudah dibentuk, namun angka stunting di Paser masih tetap tinggi.

Stunting bukan hanya laporan tahunan, tapi dibalik itu ada tumbuh kembang generasi yang tidak maksimal dan masa depan generasi yang dipertaruhkan. Sebab, masalah ini memiliki efek domino pasa sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Solusi yang diberikan oleh pemerintah pada faktanya tidak menyentuh akar masalah seperti di Paser yaitu hanya dengan membentuk TPK dengan berbagai program turunannya, akan tetapi hal ini juga diakui tidak maksimal karena keterbatasan anggaran.

Sejatinya, stunting pada sistem kehidupan saat ini sangat berkaitan erat dengan kemiskinan dan juga taraf pendidikan di masyarakat.

Dalam Islam masalah stunting akan menjadi fokus yang terisolusikan dengan tuntas. Karena Khalifah adalah rain pengembala bagi rakyatnya. “Al-Imamu raa’in wa huwa mas’ulun ‘an ra’iyyatihi)”
Artinya:”Imam (Khalifah/pemimpin) itu adalah penggembala (pelindung) dan ia bertanggung jawab atas gembalaannya (rakyatnya).”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Makna hadits menjelaskan penggembala (raa’in) adalah pemimpin yang berfungsi melindungi, mengurus, mengayomi, dan memperhatikan kemaslahatan rakyat, sama seperti gembala yang merawat hewan gembalaannya.

Pemimpin juga bertanggung jawab (Mas’ulun), pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat atas kebijakan dan pelayanan yang diberikannya kepada rakyat.

Pemimpin sebagai perisai. Hadits lain menyebutkan “Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu perisai, yang untuk keselamatan orang-orang Islam akan berperang di belakangnya dan berlindung dengannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka Khalifah akan memenuhi segala kebutuhan individu primer dan komunal masyarakat sehingga tidak akan ada stunting.

Mekanisme Islam juga akan mewariskan generasi yang sehat kuat fisik dan rohaninya dengan suport sistem, terutama sistem ekonomi yang akan membuat rakyat sejahtera dan sistem pendidikan akan dipersiapkan bekal menjadi orang tua. Sistem kesehatan yang berkualitas mudah diakses dari ibu hamil, menyusui hingga anak yang terlahir terjamin gizinya. Tidak akan dibiarkan ibu setelah melahirkan menjalani perannya dengan tekanan dan beban hidup. Kesejahteraan akan dirasakan perempuan yang hidup dibawah naungan siatem pemerintahan Islam Kaffah.

Islam juga tidak hanya memperhatikan sehat fisik tapi juga kualitas keimanan kepribadian. Islam menegaskan bahwa dasar dari segala sesuatu dalam hidup ini faktor utamanya keimanan. Iman yang benar menjadi fondasi untuk perilaku yang benar dan akhlak mulia. Orang tua yang berharap anaknya shalih dan shalihah, berakhlak mulia tentu akan memperhatikan bagaimana keimanan anak-anaknya.

Orang tua akan berupaya menanamkan keimanan itu kepada anak-anaknya dengan metode yang benar, bukan dengan dogma atau pemaksaan, karena keimanan itu tidak boleh dipaksakan tapi harus dengan keyakinan.

Akidah yang kokoh akan menumbuhkan ketaatan total dalam diri anak terhadap seluruh aturan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta dalam menjalani setiap episode kehidupan selanjutnya. Dengan landasan akidah dan bangunan aturan Allah inilah yang akan membentuk anak memiliki kepribadian yang benar.

Kepribadian itu akan semakin kokoh saat hidupnya dilengkapi dengan tsaqofah (pengetahuna) Islam, hukum-hukum Islam, pemahaman-pemahaman Islam yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Kokohnya pribadi itu akan terus terjaga manakala di tengah masyarakat diterapkan aturan Islam oleh negara. Keberadaan negara yang berkarakter ra’in (pemelihara), akan memelihara urusan rakyatnya termasuk para pemuda dan anak-anak, dan juga junnah (tameng) yang akan melindungi seluruh warga negara dari kerusakan.
Jadi penanaman akidah, keterikatan dengan aturan Allah, terus belajar tsaqafah Islam, diterapkan aturan islam oleh negara, inilah unsur yang membentuk generasi berkepribadian Islam, berakhlak mulia, siap membangun peradaban dunia yang agung.

Wallahu ‘alam bi ashawwab.

Berita Terkait

Bayangan Ibuisme Negara: Ketika Kepatuhan Perempuan Menjadi Instrumen Kekuasaan
SD Negeri Sepi, Cermin Rusaknya Tata Kelola Pendidikan Sekuler
Merangkai Jejak Perjuangan Menjadi Kisah yang Tak Lekang oleh Waktu
Efisiensi Anggaran vs Maraton Seremonial: Media Kecil Bandung Dorong Transparansi & Kemitraan Sehat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:17 WIB

Apresiasi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Dan Dittipidsiber Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyadapan

Minggu, 1 November 2026 - 15:26 WIB

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB