Pantastis! Biaya Perlengkapan Sekolah di SMPN1 Indralaya Jadi Sorotan Publik, Orang Tua Keluhkan Beban Hingga Rp2,5jt Terbukaan Rincian Harga Tak Ada?

FIDER CASTRO

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:43 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indralaya, – baranews.net, Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih berat bagi sebagian masyarakat pada tahun 2026, muncul keluhan dari sejumlah orang tua siswa terkait biaya perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru di SMP Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut keterangan sejumlah wali murid, setelah dinyatakan diterima melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), mereka diwajibkan menyiapkan biaya perlengkapan sekolah yang nilainya berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per siswa. Biaya tersebut disebut harus dilunasi dalam waktu yang telah ditentukan.

Salah seorang orang tua siswa mengaku cukup terkejut dengan besarnya biaya yang harus disiapkan.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aku ketemu Rp3 juta, sisa Rp200 ribu untuk jajan dan kebutuhan lainnya. Anak laki-laki diterima di SMP itu, biayanya sekitar Rp2,4 juta. Kalau perempuan sekitar Rp2,5 juta. Asli terasa berat,” ungkapnya menggunakan dialek daerah.

Orang tua tersebut juga menjelaskan bahwa pembayaran biaya perlengkapan sekolah dapat dilakukan secara tunai maupun melalui rekening bank. Menurutnya, sebagian wali murid menerima rekening tabungan beserta kartu ATM dari Bank Sumsel Babel untuk keperluan pembayaran tersebut.

Menurutnya, biaya tersebut baru mencakup paket perlengkapan yang disediakan sekolah. Sementara itu, orang tua masih harus menyiapkan berbagai kebutuhan lain seperti seragam putih-biru, seragam pramuka, sepatu, tas, buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan penunjang sekolah lainnya.

“Itu baru biaya perlengkapan dari sekolah. Belum lagi beli baju putih-biru, pakaian pramuka, sepatu, tas, buku dan kebutuhan lainnya. Pokoknya lemas saya memikirkan biayanya,” ujarnya.

Sementara orang tua lainnya menyebut biaya yang diminta berbeda sesuai jenis kelamin siswa.

“Kalau anak saya diminta sekitar Rp2.445.000 atau hampir Rp2,5 juta. Kalau untuk anak perempuan sekitar Rp2.485.000,”* ujarnya singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket perlengkapan sekolah yang disediakan terdiri dari 10 item, yakni almamater, baju batik, baju muslim, dasi, ikat pinggang, tiga pasang kaos kaki, atribut pangkat atau lencana, jilbab untuk siswi, rompi, dan baju olahraga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, menyampaikan bahwa harga perlengkapan sekolah pada umumnya dapat bervariasi tergantung kualitas bahan, lokasi, dan kebijakan masing-masing sekolah.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang pernah ditemuinya dalam pengadaan perlengkapan sekolah, kisaran harga paket perlengkapan untuk tingkat SMP umumnya berada pada rentang Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta per siswa, tergantung spesifikasi dan kualitas barang.

“Perlu adanya keterbukaan mengenai rincian harga setiap item agar masyarakat mengetahui komponen biaya yang dibayarkan. Dengan adanya rincian tersebut, publik dapat menilai apakah biaya yang dikenakan telah sesuai dengan kualitas dan kebutuhan yang diberikan,” ujar Fidiel, Selasa (23/6/2026).

Ia juga berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan resmi terkait dasar penetapan biaya perlengkapan tersebut, termasuk mekanisme pengadaan, rincian harga per item, serta apakah terdapat pilihan bagi orang tua untuk membeli perlengkapan secara mandiri dari luar sekolah.

Sejumlah orang tua berharap adanya perhatian dari instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, guna memastikan seluruh proses pengadaan perlengkapan sekolah berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak memberatkan masyarakat.

Selain itu, para wali murid juga berharap adanya keterbukaan mengenai sistem pembayaran yang diterapkan, termasuk penggunaan rekening bank dalam proses pelunasan biaya perlengkapan sekolah.

Hingga berita ini ditulis, pihak SMP Negeri 1 Indralaya belum memberikan keterangan resmi terkait rincian biaya perlengkapan sekolah yang dikeluhkan oleh sejumlah wali murid tersebut.

Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia

Berita Terkait

Vonis 6 Bulan dalam Kasus Penganiayaan Berujung 10 Jahitan PN Kayuagung Tuai Sorotan Publik, Dimana Rasa Keadilan Bagi Korban?
Kasus Kematian Sungguh Satria Aritonang Belum Tuntas Meski Laporan Polisi dan Hasil Visum Sudah Lama Diterima Penyidik
Diduga Ada Mark-up Papan Nama SDN Se-Kabupaten Ogan Ilir, Anggaran Rp3,5 Juta per Unit Jadi Sorotan
Meski Efisiensi Anggaran, Puskesmas Rambang Kuang Tetap Gencarkan Penyelidikan Epidemiologi untuk Cegah DBD
Momen Bersejarah Polres Ogan Ilir: AKBP Bagus Suryo Wibowo Serahkan Tongkat Komando kepada AKBP Rizka Aprianti, Kapolres Wanita Pertama di Ogan Ilir
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP
Calon Wali Nagari Koto Sawah : Eko Saputra Siap Mengabdi Untuk Masyarakat
Forum Jurnalis Caram Seguguk Resmi Terbentuk, Siap Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Wartawan Ogan Ilir

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Senin, 20 Juli 2026 - 18:49 WIB

Horor Antrian BBM Sudah Terjadi Dimana Mana Menjadi Dilema Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:05 WIB

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:49 WIB

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan ormas Golkar!

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:45 WIB

Dukung Rencana Presiden Prabowo Naikkan Gaji TNI,: Bentuk Apresiasi kepada Penjaga Kedaulatan Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:19 WIB

Jangan Bangun Opini Tendensius! DPP LPPI : Pencekalan Eks Jampidsus Sudah Sesuai Aturan UU dan permintaan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:07 WIB

TANGAN DINGIN PMA, PADANG LAWAS MAJU

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31 WIB

BSKDN Perkuat Peran Pemerintah Daerah, 1.000 Peserta Ikuti Forum Nasional Program Cek Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:34 WIB