Jaminan Kesehatan dan Gizi Generasi Butuh Sistem Islam

baraNews

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurbayah, Ummu Tsabitah, A.Md
(Pemerhati sosial dan generasi)

Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkuat melalui edukasi langsung kepada pelajar di lima sekolah, sebagai strategi jangka panjang membangun generasi sehat dan berkualitas. Kegiatan sosialisasi yang digelar Otorita IKN bersama Dinkes Provinsi Kaltim dan BKKBN Provinsi Kaltim berlangsung pada Selasa–Kamis (28–30/04/2026).

Sekitar 600 siswa dari SMP Muhammadiyah 1 PPU, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 PPU, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 PPU, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 PPU, dan SMPN 2 PPU terlibat dalam kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adanya upaya penyelesaian stunting dan kesehatan reproduksi remaja dengan sosialisasi tentu dibutuhkan tetapi tidak hanya cukup sampai disitu, karena pada dasarnya permasalahan tersebut bukan dikarenakan minimnya pengetahuan tetapi lebih kepada factor pengaturan kehidupan kapitalis hari ini. Akses ekonomi, akses pangan, akses Kesehatan dan Pendidikan belum didapatkan dengan mudah dan murah sehingga hal ini sangat memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat hari ini.

Minimnya anggaran dan terbatasnya apa-apa yang berkaitan pendidikan dan kesehatan bukti bahwa hal tersebut belum menjadi prioritas. Andai peduli, pemerintah tidak hanya memenuhi janji kampanye politik (MBG) dan proyek lain yang tidak memberikan dampak bagi langsung bagi kehidupan masyarakat.

Begitu juga terkait program menjaga reproduksi remaja dengan program tersebut diharapkan menjadikan remaja mendapatkan edukasi seksual yang aman. Akhirnya bukannya terjaga remaja justru seks bebas tanpa rasa takut. Solusi ala kapitalis membuat persoalan semakin ruwet.

Kondisi ekonomi yang serba sulit mendorong peningkatan stunting dan susahnya layanan kesehatan. Media dan pergaulan serba bebas, mendorong remaja bablas. Oleh karena itu tidak bisa hanya berharap pada sosialisasi atau sejenisnya sedangkan support sistemnya tidak mendukung.

Khalifah adalah rain pengembala bagi rakyatnya. Dalil. Maka Khalifah akan memenuhi segala kebutuhan individu primer dan komunal masyarakat sehingga tidak akan ada stunting.

Islam memberi perhatian penting dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Negara akan memenuhi kebutuhan pokok rakyat dengan sebaik-baik pelayanan. sistem pendidikan akan dipersiapkan bekal jadi orang tua. Sistem kesehatan yang berkualitas mudah diakses hingga sistem pergaulan yang terjaga.

Adapun di antara upaya negara untuk mencegah stunting: Pertama, menerapkan sistem politik ekonomi berbasis syariat Islam. Negara mengelola SDA serta mengatur kepemilikan umum dan negara untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Kedua, negara menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi para ayah agar dapat memberi nutrisi dan gizi yang layak untuk keluarganya. Ketiga, negara membangun infrastruktur publik yang lengkap, seperti sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan agar seluruh warga dapat menikmati pelayanan dengan baik, murah, bahkan bisa gratis.

Negara tidak akan kekurangan dana menghidupi rakyatnya. Sebab, APBN negara Khilafah memiliki banyak pos dan sumber pemasukan, seperti fai, kharaj, jizyah, zakat, barang tambang, dan sebagainya.

Islam juga tidak hanya memperhatikan sehat fisik tapi juga kualitas keimanan kepribadian. “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka generasi (keturunan) yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya

Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa : 9)

Berita Terkait

Dana Swadaya 0,5 Ha, AKP Era Maifo: Sinergi Polri-Petani Kunci Ketahanan Pangan
Presiden Berkurban Gunakan APBN Tidak Langgar Aturan, Bentuk Nyata Kepedulian Pemerintah kepada Rakyat
Polemik Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara, Pernyataan Kadisdikbud Ogan Ilir Tuai Sorotan Tajam
AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela
Police Go To Campus: Ditlantas Polda Riau Edukasi 150 Mahasiswa STIKES Payung Negeri Soal Keselamatan dan Lingkungan
Presiden RI Pimpin Launching KDKMP via Vicon, Danrem 132/Tdl Turut Hadir di Desa Lolu
Binter TNI Peduli Kasih Sayang, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Distrik Benawa
Peduli Kesehatan Warga Papua, Satgas Yonif 521/DY Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis Secara Rutin di Distrik Kelila

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Senin, 20 Juli 2026 - 18:49 WIB

Horor Antrian BBM Sudah Terjadi Dimana Mana Menjadi Dilema Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:05 WIB

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:49 WIB

Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan ormas Golkar!

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:45 WIB

Dukung Rencana Presiden Prabowo Naikkan Gaji TNI,: Bentuk Apresiasi kepada Penjaga Kedaulatan Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:19 WIB

Jangan Bangun Opini Tendensius! DPP LPPI : Pencekalan Eks Jampidsus Sudah Sesuai Aturan UU dan permintaan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:07 WIB

TANGAN DINGIN PMA, PADANG LAWAS MAJU

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31 WIB

BSKDN Perkuat Peran Pemerintah Daerah, 1.000 Peserta Ikuti Forum Nasional Program Cek Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:34 WIB