Polemik Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara, Pernyataan Kadisdikbud Ogan Ilir Tuai Sorotan Tajam

FIDER CASTRO

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:43 WIB

50474 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR, — baranews.net, Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir, Sayadi, terkait kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat.

 

Dalam keterangannya di salah satu media online usai insiden kebakaran hebat yang menghanguskan Kantor Lurah Tanjung Raja Utara, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Sayadi menyebut pihaknya belum bisa memastikan bahwa bangunan tersebut merupakan peninggalan kolonial Belanda.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Yang pasti, bangunan kantor lurah itu adalah cagar budaya,” ujarnya, Rabu (27/08/2026).

 

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat sekaligus Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia Ogan Ilir (PPWI-OI), Fidiel Castro. Ia mengaku heran dengan pernyataan seorang kepala dinas yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, namun dinilai tidak memahami sejarah daerahnya sendiri.

 

“Wajar masyarakat bertanya-tanya. Masa sekelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir tidak mengetahui sejarah bangunan bersejarah di wilayah yang ia pimpin sendiri,” tegas Fidiel Castro.

 

Menurutnya, berdasarkan informasi sejarah yang berkembang luas dan sejumlah catatan lokal, bangunan bekas Kantor Lurah Tanjung Raja Utara memang dikenal sebagai salah satu peninggalan kolonial Belanda yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Ogan Ilir.

 

Ia menjelaskan, pada masa Hindia Belanda, wilayah Tanjung Raja merupakan pusat pemerintahan setingkat Onder Afdeeling atau wilayah administratif di bawah keresidenan yang dibentuk sejak tahun 1921. Kawasan tersebut juga menjadi pusat administrasi penting di bawah Keresidenan Palembang.

 

Bangunan Kantor Lurah Tanjung Raja Utara bersama sejumlah bangunan tua lain di kawasan itu, seperti kantor camat dan puskesmas lama, disebut menjadi saksi bisu perjalanan pemerintahan kolonial di wilayah Ogan Ilir.

 

“Kalau tidak memahami sejarah, jangan asal bicara. Ini menyangkut identitas dan warisan sejarah daerah,” kritik Fidiel Castro dengan nada tajam.

 

Ia juga menegaskan bahwa istilah “cagar budaya” dan “peninggalan kolonial Belanda” merupakan dua hal yang berbeda, namun saling berkaitan. Menurutnya, cagar budaya adalah status hukum yang diberikan pemerintah terhadap bangunan atau benda yang memiliki nilai sejarah, sedangkan peninggalan kolonial Belanda adalah sebutan umum terhadap bangunan yang dibangun pada masa penjajahan.

 

“Semua cagar budaya peninggalan kolonial memang merupakan peninggalan Belanda. Tapi tidak semua bangunan peninggalan Belanda otomatis berstatus cagar budaya. Jadi harus dipahami secara utuh, jangan keliru memberi penjelasan kepada publik,” ujarnya.

 

Polemik ini muncul di tengah duka masyarakat atas musibah kebakaran hebat yang meludeskan bangunan bersejarah tersebut. Banyak warga menyayangkan hilangnya salah satu ikon sejarah Tanjung Raja yang selama puluhan bahkan ratusan tahun menjadi bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Ogan Ilir.

 

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan pascakebakaran, tetapi juga lebih serius dalam mendata, menjaga, dan memahami warisan sejarah daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

Laporan Ketua Pewarta Indonesia Ogan Ilir

Berita Terkait

Dana Swadaya 0,5 Ha, AKP Era Maifo: Sinergi Polri-Petani Kunci Ketahanan Pangan
Presiden Berkurban Gunakan APBN Tidak Langgar Aturan, Bentuk Nyata Kepedulian Pemerintah kepada Rakyat
AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela
Police Go To Campus: Ditlantas Polda Riau Edukasi 150 Mahasiswa STIKES Payung Negeri Soal Keselamatan dan Lingkungan
Presiden RI Pimpin Launching KDKMP via Vicon, Danrem 132/Tdl Turut Hadir di Desa Lolu
Binter TNI Peduli Kasih Sayang, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Distrik Benawa
Peduli Kesehatan Warga Papua, Satgas Yonif 521/DY Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis Secara Rutin di Distrik Kelila
Door Stop Kasat Narkoba Polres Simalungun: Sepekan Ungkap 11 Kasus, Gulung Bandar Jaringan Aceh dengan 57 Paket Sabu Siap Edar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB