Lanjutkan Program MBG, Publik Apresiasi Efisiensi Anggaran & Tata Kelola MBG

baraNews

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:17 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA , 26 Juni 2026 |  Dukungan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan terus disuarakan oleh masyarakat di berbagai daerah seperti Jakarta, Karawang, Makassar, Cianjur, NTB, hingga Sumatera Barat. Massa menilai program ini sangat bermanfaat untuk pemenuhan gizi anak, ibu hamil dan juga menggerakkan ekonomi akar rumput melalui pemberdayaan UMKM.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Dayeng ungkap akan alihkan jatah Makan Bergizi Gratis sekolah mahal untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah itu jadi bagian dari strategi BGN untuk perbaiki pelaksanaan program MBG. Kepala BGN akan melakukan berbagai perombakan dan efisiensi anggaran strategis pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan anggaran tidak membebani APBN sekaligus menjamin gizi tepat sasaran. Program strategis BGN akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta hibah luar negeri.

Selanjutnya kepala BGN akan melakukan Moratorium dan Evaluasi Dapur dengan melakukan penghentian sementara pembangunan dapur baru dan melakukan audit menyeluruh terhadap ribuan titik dapur yang sudah beroperasi untuk memastikan standar keamanan serta kualitas makanan.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus utama kepala BGN melakukan refocusing sasaran penerima agar bantuan lebih tepat guna, dengan prioritas kepada kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) serta siswa sekolah. Kepala BGN Nanik S Deyang akan mengedepankan efisiensi anggaran, perbaikan tata kelola, serta peningkatan kualitas layanan. Oleh karena itulah BGN tidak lagi semata-mata mengejar jumlah penerima manfaat, melainkan memastikan program berjalan tepat sasaran, memiliki dampak gizi yang nyata, dan dikelola secara akuntabel.

Menanggapi perubahan besar program MBG tersebut, maka Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi dalam siaran persnya menyatakan mendukung kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan, kami mengapresiasi strategi Kepala BGN yang melakukan efisiensi total anggaran MBG dan melakukan perbaikan tata kelola penerima manfaat, salah satu kebijakan baru setelah Nanik menjabat sebagai Kepala BGN adalah penghentian sementara penyaluran MBG bagi siswa selama masa libur sekolah. Kebijakan ini menandai perubahan dari skema sebelumnya yang masih memungkinkan distribusi makanan kepada siswa saat kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung.

Mayoritas masyarakat mendukung distribusi makan bergizi disesuaikan menjadi 5 hari per minggu yang diperkirakan menyumbang penghematan hingga Rp 40 triliun. Efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 40 triliun dilakukan dengan mengurangi hari operasional distribusi makanan dari 6 hari menjadi 5 hari dalam sepekan. Selain itu, pemerintah melakukan evaluasi skema insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penyesuaian penerima manfaat untuk memastikan efisiensi berkelanjutan

Azmi menyatakan bahwa kepala BGN Nanik S Deyang memiliki tujuan mulia dengan menerapkan strategi efisiensi anggaran MBG, sebab program MBG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mengurangi angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itulah maka kami mengajak masyarakat, media, aktivis, untuk ikut mengawal dan mendukung pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah. Program MBG harus sukses dan tidak boleh di ganggu karena ini menyangkut masa depan anak-anak Indonesia.

Azmi Hidzaqi
*Kordinator LAKSI*
*Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia*

Berita Terkait

PW GPA DKI Jakarta Gelar Rakerwil I, Bertekad Bersinergi Membangun Jakarta dan Bangsa
Merajut Persahabatan Indonesia–Maroko: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Agenda Strategis
Bunda Literasi Indonesia: Literasi, Kunci Mutlak Meraih Indonesia Emas yang Gemilang
Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Advokat Berkat Sama Hulu Sampaikan Ucapan Selamat
Tersangka KDRT Resmi Ditetapkan, Agus Kliwir Apresiasi Kapolri dan Mapolresta Pati
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
Antibully Jakarta Festival Jadikan Musik sebagai Jembatan Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Anak Tipikal
Mayat Pria Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tersengat Saat Hendak Curi Kabel

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:43 WIB

Solar ilegal atau Bisnis Legal? Lapak Mancak Diuji “Jatah Bensin” dan Kedatangan Motor Dinas

Selasa, 22 September 2026 - 07:56 WIB

Kuasa Hukum Korban Curanmor Datangi Satreskrim Polresta Pekanbaru Kawal Kasus

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

BPK Sumsel Tegaskan Tak Pernah Larang Sekolah Bermitra Media, DISDIK-OI Tak Percaya: Jangan Cukup Lisan, Tunjukkan Bukti Tertulisnya

Selasa, 22 September 2026 - 07:00 WIB

Sekda Ogan Ilir Terima Audiensi Fun Run ZBB 2026, Dukung Geliat Olahraga Daerah

Senin, 21 September 2026 - 17:08 WIB

Bukan Sekadar Organisasi, Lindu Aji Jolosutro Pati Buktikan Kepedulian Lewat Distribusi 60 Tangki Air Bersih

Senin, 21 September 2026 - 17:07 WIB

SMSI, Polresta Pati dan Dulur Sikep Nyawiji Bersinergi Salurkan Bantuan 20 Tangki Air Bersih

Senin, 21 September 2026 - 13:26 WIB

BPK Tak Pernah Larang Sekolah Berlangganan Media, PPWI-OI Pertanyakan Peran K3S dan Disdik Ogan Ilir

Minggu, 20 September 2026 - 21:43 WIB

PLTA Kerinci Merangin Dituding Ganggu Ekosistem Sungai dan Sawah, Warga Petani dan Nelayan Kerinci Tuntut Keadilan Lingkungan

Berita Terbaru