PEKANBARU — Dugaan kasus keracunan makanan kembali mencuat dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Labourhousing, Kota Dumai, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai setelah mengalami gejala gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026). Kepanikan sempat terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat, terutama setelah kabar insiden ini menyebar luas dan viral di media sosial.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, para siswa menerima menu bakso yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajah Mada, Kota Dumai. Usai mengonsumsi bakso tersebut, sejumlah siswa diketahui mengalami keluhan mulai dari mual, pusing, hingga muntah-muntah. Laporan sementara warga juga menyebutkan adanya dugaan kondisi makanan yang kurang baik, serta sambal yang dikeluhkan mengeluarkan bau tidak sedap.
Warga sekolah menduga kualitas makanan menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan yang menimpa anak-anak. Namun sampai saat ini, kebenaran mengenai hubungan langsung antara konsumsi MBG dan kasus keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan laboratorium.
Pihak kepolisian telah turun tangan melakukan penyelidikan. Fokus utama pemeriksaan adalah menelusuri seluruh mata rantai pengolahan dan distribusi makanan MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, cara memasak, hingga pendistribusian ke sekolah. Sampel makanan dan keterangan dari pihak sekolah, penyedia, serta siswa yang terdampak kini tengah dikumpulkan untuk menemukan penyebab pasti insiden.
Tim medis dari RSUD Kota Dumai terus memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan, memastikan penanganan dilakukan sesuai protokol kesehatan emergensi. Pemerintah daerah juga mengawasi perkembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan penyelenggara MBG untuk mengevaluasi kualitas pengadaan dan distribusi makanan di sekolah-sekolah.
Kejadian di SDN 13 Labourhousing menjadi peringatan penting terhadap pelaksanaan program MBG di tingkat daerah, khususnya terkait disiplin standar keamanan pangan. Penyelenggara wajib memastikan bahwa setiap sajian bebas dari risiko yang membahayakan kesehatan anak sekolah. Peristiwa ini pun menegaskan perlunya pengawasan ketat dan transparansi dari pengelola MBG, serta pelibatan masyarakat dalam pengawasan program makan gratis yang didanai negara demi melindungi generasi penerus bangsa. (*)

































