Apresiasi Ibu Titiek Soeharto kepada Menteri Imipas Agus Andrianto Bukti Kepemimpinan yang Berorientasi pada Hasil

baraNews

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:37 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI) menyampaikan apresiasi atas pernyataan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, yang memberikan pujian kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Menurut kami pernyataan tersebut mencerminkan adanya pengakuan terhadap kinerja yang dinilai membawa perubahan nyata di lingkungan pemasyarakatan” ujar Ketua Umum DPP LPPI, Dedi Siregar,

Ketua Umum DPP LPPI, Dedi Siregar, mengatakan bahwa pernyataan ibu Titiek yang menyebut, “Kalau kabinet diisi seperti Pak Agus, Presiden tenang,” merupakan bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan yang berorientasi pada kerja nyata dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Menurut kami, pernyataan Ibu Titiek merupakan penilaian yang lahir dari pengamatan terhadap kinerja Menteri Imipas Agus Andrianto. Berbagai langkah pembenahan yang dilakukan di lingkungan pemasyarakatan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan sistem yang lebih produktif, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dedi Siregar.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi menilai, transformasi yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendorong pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan positif, seperti pelatihan keterampilan, pembinaan kemandirian, hingga pengembangan sektor produktif di berbagai lembaga pemasyarakatan.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan kawasan Pulau Nusakambangan sebagai kawasan ketahanan pangan dan pusat kemandirian. Menurut Dedi, langkah tersebut menunjukkan adanya paradigma baru dalam pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan dan produktivitas yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

“Transformasi di Nusakambangan menjadi simbol bahwa lembaga pemasyarakatan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan sumber daya manusia,” katanya.

Menurut Dedi Siregar, langkah tersebut merupakan inovasi yang patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional. Melalui pemberdayaan lahan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia, kawasan Nusakambangan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial.

“Transformasi yang dilakukan di Nusakambangan membuktikan bahwa pembinaan warga binaan dapat berjalan beriringan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Ini adalah konsep yang sangat baik dan mencerminkan adanya visi pembangunan yang berorientasi pada hasil,” katanya.

Kami juga menilai keberhasilan berbagai program pemberdayaan di lapas menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan yang produktif lebih efektif dibandingkan sekadar menjalankan fungsi pemidanaan. Dengan adanya kegiatan positif setiap hari, warga binaan memperoleh kesempatan memperbaiki diri, meningkatkan keterampilan, serta memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan bahwa kepemimpinan Agus Andrianto memperlihatkan keberanian melakukan perubahan di lingkungan pemasyarakatan melalui tata kelola yang lebih profesional, peningkatan produktivitas, serta penguatan fungsi pembinaan. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan harapan masyarakat agar lembaga pemasyarakatan mampu mencetak warga binaan yang lebih siap menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidananya. (Red)

Berita Terkait

ALFRED PABIKA KETUA YPPI MENGECAM TINDAKAN PEMBUBARAN IBADAH GKPI DI TANGERANG
Ambisi Konglomerat di Balik Gemerlap Segitiga Emas Jakarta
Menteri Agus Andrianto Resmi Buka Mubes ke-6 Pujakesuma, Dorong Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya
Merajut Persahabatan Indonesia–Maroko: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Agenda Strategis
Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 424 Orang, Status KLB Ditetapkan dan SPPG Dibekukan
Pemerintah Rombak Total Penyaluran Bansos, Transparansi Jadi Pertaruhan Utama
Merespons Instruksi Prabowo, BSI Luncurkan Tabungan Tanpa Biaya Admin untuk Perluas Inklusi Keuangan
Subsidi BBM Kembali Menggantung: Ketidakpastian Pembatasan Pertalite bagi Kelompok Mampu

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Pemkot Cimahi Kejar Imunisasi Anak Melalui Program PENARI

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:43 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sambut Positif Angkot Tua Dibekukan Trayeknya Tapi Cari Solusi Agar Pengusaha Dibantu Angkot Baru Atau Para Supir Pekerjakan Di kantor SKPD!!

Rabu, 15 Juli 2026 - 05:47 WIB

Suporter Lintas Gunung Putri, Bantargebang Pondok Gede dan Mekarsari Bersatu Jaga Kamtibmas

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:23 WIB

Taufik Hidayat (TH) Kembali Tenar, LP Dari Korban Lainnya “SAA” Ditangani Unit PPA Polresta Bandung

Kamis, 2 Juli 2026 - 04:35 WIB

Alumni dan Pelajar STM/SMK se-Kota Bogor, Deklarasikan Gerakan Stop Tawuran dan Tolak Narkoba

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:24 WIB

Haru, Muazin Cilik Asal Bogor Juara Favorit MAN Mendunia II

Senin, 15 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kodam III/Siliwangi Pasang Badan untuk GAPENSI Jabar, Kol. Dodo: Kita Bangun Jabar Istimewa Bareng

Senin, 15 Juni 2026 - 01:54 WIB

Pesan Cinta KDM di Upacara Waisak, Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi

Berita Terbaru