KPK Tegaskan Objektivitas Usut Pemerasan oleh Oknum Pegawai, Tersangka Merupakan Anggota Polri

baraNews

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:35 WIB

5064 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan setelah mengungkap adanya oknum pegawai yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Dalam keterangan resmi pada Kamis (30/7/2026) di Gedung Merah Putih KPK, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan bahwa pegawai yang menjadi tersangka adalah anggota Polri yang diperbantukan sebagai Staf Administrasi di lingkungan KPK. Hal ini menambah dimensi baru dalam kasus korupsi yang menyeret pejabat daerah, sekaligus menegaskan tantangan integritas di tubuh lembaga antirasuah itu sendiri, terutama terkait rekam jejak dan kontrol internal terhadap personel lintas institusi yang bertugas di KPK.

Kasus ini terkuak usai operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang yang menjaring kepala daerah beserta sejumlah pihak terkait. Dari hasil penyelidikan awal yang kemudian dinaikkan ke tahap penyidikan seusai gelar perkara, KPK membagi kasus ini ke dalam dua klaster. Klaster pertama menjerat Bupati Pemalang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa pemerasan terhadap aparatur di bawahnya maupun pihak swasta. Sementara klaster kedua menyoroti dugaan pemerasan oleh pegawai berstatus perbantuan dari kepolisian terhadap Bupati Pemalang, diduga dalam kaitan pengurusan perkara yang sedang bergulir di KPK. Dalam pengembangan awal, penyidik baru menetapkan empat orang sebagai tersangka dan belum dapat memastikan kemungkinan korban lain, mengingat pemeriksaan masih difokuskan pada pendalaman perkara pada tahap awal ini.

Juru bicara KPK menegaskan seluruh proses penegakan hukum di lembaga ini, termasuk kasus dugaan pemerasan oleh oknum internal, dijalankan dengan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penuh. Langkah ini, menurut Budi Prasetyo, dilakukan sekaligus untuk menjaga kepercayaan publik atas komitmen KPK dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu, bahkan jika harus menyentuh Insan Komisi sendiri. Proses penindakan berjalan dengan landasan alat bukti yang cukup, kerapatan sistem internal, serta diputuskan secara kolektif kolegial oleh pimpinan lembaga.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munculnya oknum pegawai KPK yang terlibat dalam korupsi menimbulkan keprihatinan sekaligus menjadi pelajaran penting akan pentingnya mekanisme kontrol dan evaluasi berkelanjutan di lingkungan KPK. Menyikapi kejadian ini, KPK mengaku telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, baik melalui pembenahan sistem kelembagaan maupun pembinaan individu. Budi Prasetyo menyebut, lembaga bakal memperkuat mitigasi dini agar praktik-praktik serupa tidak terulang, serta berupaya menutup celah bagi penyimpangan yang melibatkan oknum dari luar maupun internal lembaga. KPK secara terbuka menjadikan kasus ini sebagai introspeksi, sekaligus meninjau ulang sistem pengawasan, pemeriksaan, dan distribusi pegawai lintas lembaga negara yang diperbantukan di lingkungan KPK.

Selain proses hukum dan pembenahan internal, KPK juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu pengurusan perkara di KPK dengan modus penipuan atau pemerasan. Menurut Budi Prasetyo, seluruh proses di lembaga antikorupsi dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah dan keputusan pimpinan yang bersifat kolektif, sehingga tidak ada ruang bagi praktik main belakang atau negosiasi gelap. KPK kembali mengimbau agar masyarakat segera melaporkan bila ditemukan indikasi penipuan atau pemerasan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai lembaga.

Kasus pemerasan dengan tersangka oknum Polri di tubuh KPK menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi lembaga antirasuah dalam menjaga integritas dan kredibilitas, terutama di tengah ekspektasi publik yang tinggi terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Keberanian KPK mengungkap dan menindak oknum internal merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan proses hukum berjalan tanpa diskriminasi dan dengan tingkat akuntabilitas yang maksimal. Ke depan, evaluasi menyeluruh dan pembenahan sistem, baik dari sisi kelembagaan, pengawasan individu, hingga pola rekruitmen pegawai perbantuan dari institusi eksternal, diharapkan mampu memperkuat tembok integritas KPK agar tidak mudah ditembus oleh kepentingan oknum maupun praktek koruptif baru di level mana pun. (*)

Berita Terkait

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel
Ketua PPI Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel Tangani Dugaan Perundungan, Pembinaan Khusus Jadi Langkah Tepat
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE
PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum
PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL
PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB