Anggaran Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Disorot, Dinilai Tidak Efisien dan Membebani Negara

baraNews

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:48 WIB

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta—Wacana pelatihan militer dalam program pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memicu perdebatan, setelah anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin, mengungkap besarnya biaya latsarmil yang dianggarkan pemerintah. Dalam keterangan resmi, Hasanuddin menyoroti bahwa setiap peserta latihan dasar militer itu menghabiskan dana sekitar Rp30 juta untuk pelatihan kemiliteran dan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi, sehingga total anggaran mencapai Rp45 juta per orang selama 45 hari pelatihan.

Situasi ini bermula ketika pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI dan sejumlah mitra lintas kementerian meluncurkan program pelatihan dengan format 30 hari latihan militer dan 15 hari materi koperasi. Rencana besar tersebut menargetkan puluhan ribu calon manajer yang akan memimpin berbagai Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari misi penguatan ekonomi kerakyatan. Namun, porsi anggaran terbesar justru dialokasikan untuk kegiatan kemiliteran yang dinilai kurang relevan dengan pekerjaan sehari-hari seorang pengelola koperasi.

Hasanuddin menilai pengeluaran anggaran negara untuk kebutuhan latihan militer manajer koperasi terlalu besar dan tidak efisien. Dalam praktiknya, dua pertiga dana pelatihan habis hanya untuk latsarmil yang dinilai kurang kontribusi terhadap kualitas kepemimpinan koperasi itu sendiri. Ia menegaskan, jika komponen militer dihapus dan fokus pelatihan dialihkan sepenuhnya ke penguatan manajerial dan substansi koperasi, negara berpotensi menghemat dana hingga Rp30 juta per peserta. Untuk skala nasional dengan 35.476 peserta, potensi penghematan bisa mencapai sekitar satu triliun rupiah.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasanuddin mempertanyakan urgensi kegiatan kemiliteran di tengah kebutuhan utama peningkatan kapasitas pengelolaan usaha desa. Menurutnya, tugas utama manajer Kopdes adalah mengelola organisasi, memajukan usaha, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, serta memberdayakan masyarakat. Oleh karena itu, substansi pelatihan yang mestinya menjadi prioritas ialah kompetensi profesional—bukan latihan fisik yang tidak relevan dengan tantangan pengembangan koperasi.

Isu ini mencuat ke publik saat pelaksanaan latsarmil beberapa waktu lalu turut menelan korban jiwa, setelah lima peserta meninggal dunia. Kejadian itu semakin menambah tekanan publik terhadap desain pelatihan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara. Komisi I DPR menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh atas format dan alokasi dana pelatihan, memastikan efektivitas, efisiensi, serta kesesuaian dengan kebutuhan di lapangan.

Sejauh ini, Kementerian Koperasi diusulkan untuk mengambil penuh tanggung jawab penyelenggaraan dan pembiayaan pelatihan manajerial calon manajer koperasi, sementara kementerian sektor lain difokuskan pada substansi yang sesuai dengan kebutuhan bidang masing-masing. Evaluasi mendalam diharapkan dapat menghasilkan pelatihan yang relevan, tepat sasaran, dan mampu melahirkan manajer profesional yang mendorong kemajuan ekonomi desa tanpa membawa pemborosan anggaran negara. (*)

Berita Terkait

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel
Ketua PPI Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel Tangani Dugaan Perundungan, Pembinaan Khusus Jadi Langkah Tepat
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE
PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum
PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL
PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB