Kemenkeu Satu Lhokseumawe dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi Dorong Ekspor UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

baraNews

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:20 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe, 23 Juni 2026 – Kemenkeu Satu Lhokseumawe bersama Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe memperkuat sinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui audiensi dan koordinasi yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pimpinan instansi yang tergabung dalam Kemenkeu Satu Lhokseumawe, yakni Bea Cukai Lhokseumawe, KPPN Lhokseumawe, KPP Pratama Lhokseumawe, dan KPKNL Lhokseumawe.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menyampaikan informasi dan kebijakan ekonomi kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperoleh informasi secara langsung dari instansi yang berwenang sehingga dapat memahami berbagai kebijakan fiskal dan moneter secara utuh, bukan hanya dari informasi yang beredar di media sosial.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe yang diwakili Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Vicky Fadian, menegaskan kesiapan Bea Cukai untuk terus bersinergi dengan seluruh anggota Kemenkeu Satu dan Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam membangun ekosistem usaha yang sehat, terutama melalui penguatan asistensi kepada UMKM yang berorientasi ekspor. “Kami siap berkolaborasi untuk mendorong lahirnya lebih banyak eksportir baru dari Aceh. Melalui pendampingan, edukasi kepabeanan, dan fasilitasi ekspor, Bea Cukai berkomitmen membantu UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Vicky. Selain itu, Bea Cukai juga terus menjalankan fungsi pengawasan guna melindungi masyarakat dan pelaku usaha dari peredaran barang ilegal yang dapat merusak iklim usaha dan mengurangi penerimaan negara.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala KPPN Lhokseumawe, Kurniawan, menyampaikan bahwa sekitar 80 hingga 85 persen kapasitas fiskal pemerintah daerah di wilayah kerja masih ditopang oleh Transfer ke Daerah (TKD). Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sektor ekonomi produktif dan peningkatan kemandirian daerah melalui pengembangan investasi, UMKM, dan aktivitas ekspor yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Dari sisi pengelolaan aset negara dan pengembangan ekonomi masyarakat, Kepala KPKNL Lhokseumawe, Tb. Abdurahman, mengusulkan pengaktifan kembali program Desa Devisa sebagai salah satu strategi untuk mendorong ekspor berbasis komoditas unggulan daerah. Program tersebut dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di tingkat desa sekaligus meningkatkan kontribusi daerah terhadap perolehan devisa negara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KPP Pratama Lhokseumawe, Erwin Tri Rukmana menekankan pentingnya peningkatan edukasi perpajakan kepada pemerintah daerah dan pelaku UMKM. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap ketentuan perpajakan akan mendukung kepatuhan sukarela serta mendorong keberlanjutan usaha yang sehat dan kompetitif.

Bank Indonesia juga memaparkan perkembangan program pembinaan UMKM di wilayah kerjanya. Saat ini terdapat sekitar 80 hingga 100 UMKM binaan Bank Indonesia di wilayah kerja Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, termasuk sekitar 10 hingga 15 UMKM potensial yang berada di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung melalui peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan, dan perluasan pasar ekspor.

Selain membahas pengembangan ekonomi daerah, forum tersebut menghasilkan sejumlah gagasan kolaboratif, di antaranya penguatan pertukaran data potensi ekonomi antarinstansi serta peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait perlindungan konsumen. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah, termasuk di bidang perpajakan dan kepabeanan.

Melalui audiensi ini, Kemenkeu Satu Lhokseumawe dan Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha, memperluas ekspor daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Lhokseumawe dan Kanwil DJBC Aceh Musnahkan 22,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp43 Miliar
Bea Cukai Lhokseumawe dan Kanwil DJBC Aceh Musnahkan 22,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp43 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB