NTT | Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban yang tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi. Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan proses evakuasi dilakukan tim SAR gabungan di kawasan Pelabuhan Lauren Say, Maumere, Kabupaten Sikka.
Menurut Edy, saat gempa terjadi, salah satu bangunan di kawasan pelabuhan roboh dan menimpa warga yang berada di lokasi. Dari proses evakuasi tersebut, satu korban teridentifikasi meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis, serta pemulasaraan bagi korban yang meninggal.
Kantor SAR Maumere mengidentifikasi korban meninggal atas nama Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun. Dua korban luka-luka saat ini juga berada dalam pantauan tim medis di rumah sakit setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas dan Kantor SAR Maumere masih melakukan penyisiran di pusat dampak gempa, terutama di Kabupaten Nagekeo dan sejumlah wilayah terdampak lainnya. Seluruh upaya evakuasi dan pendataan korban dilakukan secara intensif, berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur TNI dan Polri di lapangan.
Basarnas menegaskan penanganan darurat di lokasi bencana terus diprioritaskan, dengan memastikan seluruh korban terdampak bisa segera teridentifikasi dan memperoleh penanganan yang diperlukan. Kepala tim evakuasi juga meminta masyarakat di NTT tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menghindari risiko ancaman gempa susulan atau bangunan yang masih rawan roboh. (*)

































