Mahfud MD Tegaskan Konsistensi Sikap dalam Mengawal Penegakan Hukum dan Isu Nasional

baraNews

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:03 WIB

5056 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD kembali menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah persoalan hukum dan isu kebangsaan yang tengah menjadi perhatian publik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi virtual yang ditayangkan melalui kanal YouTube Mahfud MD Official.

Dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Mahfud menjawab sejumlah pertanyaan mengenai penanganan perkara hukum, termasuk kasus yang menyeret Febrie Adriansyah, dugaan persoalan hukum dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kritik terhadap sikapnya setelah tidak lagi berada di pemerintahan.

Dalam tayangan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut, Mahfud menanggapi pertanyaan mengenai dugaan adanya pertukaran kepentingan atau “barter” perkara antara kasus Febrie Adriansyah dan penanganan perkara yang berkaitan dengan MBG.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahfud menyoroti pentingnya keterbukaan dalam proses penegakan hukum. Menurut dia, penanganan perkara yang berjalan lambat atau hanya berhenti pada tingkatan tertentu dapat menimbulkan kecurigaan publik apabila tidak disertai penjelasan yang transparan.

Ia juga memberikan pandangan mengenai kemungkinan hasil proses praperadilan. Mahfud memperkirakan permohonan praperadilan berpotensi ditolak apabila aparat penegak hukum dapat menunjukkan bahwa alat bukti yang digunakan telah memenuhi persyaratan formil sebagaimana ditentukan dalam hukum acara.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menjawab kritik mengenai sikapnya yang dinilai semakin aktif mengkritik pemerintah setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri.

Mahfud menjelaskan bahwa sikap kritis tersebut bukan sesuatu yang baru muncul setelah dirinya meninggalkan pemerintahan. Menurut dia, sikap tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang telah dijalankannya sejak sebelum masuk pemerintahan, ketika berada di Mahkamah Konstitusi, hingga saat menjabat sebagai menteri.

Ia kemudian menyinggung sejumlah persoalan yang pernah menjadi perhatiannya ketika berada di pemerintahan. Di antaranya penanganan kasus Ferdy Sambo, pengawalan persoalan transaksi mencurigakan yang sebelumnya dikaitkan dengan nilai Rp349 triliun, serta polemik cicak versus buaya yang berkaitan dengan upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mahfud juga berbicara mengenai situasi keamanan nasional, khususnya memasuki bulan Agustus yang kerap mendapat perhatian karena berkaitan dengan stabilitas politik dan keamanan.

Menurut Mahfud, pemerintah memiliki prosedur tetap untuk mengidentifikasi berbagai potensi gangguan keamanan. Setiap perkembangan yang dinilai dapat mengganggu stabilitas harus diantisipasi melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Dalam pembahasan mengenai pembubaran Front Pembela Islam (FPI) ketika dirinya masih menjabat, Mahfud menegaskan bahwa keputusan tersebut, menurut penjelasannya, didasarkan pada pertimbangan mengenai legal standing organisasi dan kebutuhan menjaga ketertiban umum pada saat situasi nasional menghadapi tekanan.

Mahfud menolak anggapan bahwa keputusan pemerintah pada masa itu diambil secara sewenang-wenang. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus memiliki dasar hukum serta mempertimbangkan kepentingan negara dan ketertiban masyarakat.

Di akhir perbincangan, Mahfud mengajak masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga komitmen terhadap negara. Menurut dia, dinamika demokrasi harus dihadapi dengan tetap mempertahankan kepentingan nasional dan kesetiaan terhadap negara.

Pernyataan Mahfud tersebut disampaikan dalam diskusi yang ditayangkan melalui kanal YouTube Mahfud MD Official. Karena itu, berbagai pandangan mengenai perkara hukum dan kebijakan pemerintah yang disampaikan dalam tulisan ini merupakan pendapat Mahfud sebagaimana dikutip dari tayangan tersebut, bukan kesimpulan hukum atas perkara yang sedang berjalan. (*)

Berita Terkait

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel
Ketua PPI Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel Tangani Dugaan Perundungan, Pembinaan Khusus Jadi Langkah Tepat
Nelayan Tewas Mengenaskan di Sel Polsek Kajang, Diduga Dianiaya dan Diperas Rp 10 Juta: 4 Polisi Dipatsus
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE
PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum
PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB