Proyek Penahan Tebing Jalan Provinsi di Tanjung Bulan Diduga Dikerjakan Asal Jadi Kini Retak & Terancam Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

FIDER CASTRO

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:04 WIB

50201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR — baranews.net, Kondisi proyek pembangunan penahan tebing di ruas jalan provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, menuai sorotan warga. Proyek yang disebut baru selesai dikerjakan sekitar satu hingga dua minggu pada Agustus 2026 itu dilaporkan mengalami retak-retak pada sejumlah bagian dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dari kondisi yang dikeluhkan warga, retakan terlihat memanjang di sekitar area pembangunan dengan panjang kurang lebih 50 meter. Sejumlah bagian penahan tebing juga disebut mulai keropos, batu tampak bergeser atau terlepas, sementara timbunan dan badan jalan di sekitar lokasi turut menunjukkan tanda-tanda retak.

Warga setempat, Paisol Usman (40), melalui unggahan di media sosial menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut. Menurutnya, kondisi bangunan yang baru selesai dikerjakan tetapi sudah menunjukkan kerusakan patut menjadi perhatian serius, terlebih menjelang musim hujan.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir penahan tebing ambruk dan jalan ikut longsor. Ini bisa membahayakan masyarakat,” keluhnya.

Sorotan lain adalah tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi, sehingga masyarakat kesulitan mengetahui sumber anggaran, instansi penanggung jawab, nilai pekerjaan, pelaksana, maupun waktu pelaksanaan proyek. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik apakah pekerjaan tersebut merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atau Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Warga juga mempertanyakan material dan konstruksi yang digunakan. Berdasarkan keluhan yang beredar, terdapat dugaan penggunaan campuran material yang kurang baik serta konstruksi yang minim penggunaan besi. Namun, hal tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Kekhawatiran warga semakin besar karena lokasi tersebut berada di area yang kerap dilalui masyarakat dan disebut sering menjadi tempat anak-anak bermain. Jika kerusakan tidak segera ditangani, risiko bangunan ambruk dan longsor dapat meningkat, terutama ketika curah hujan tinggi.

Masyarakat meminta Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan teknis, memastikan siapa penanggung jawab pekerjaan, serta mengambil langkah pengamanan apabila ditemukan konstruksi yang tidak memenuhi spesifikasi.

Persoalan ini juga menjadi bagian dari keluhan lebih luas mengenai kondisi ruas jalan provinsi dari wilayah Payaraman hingga Rambang Kuang dan Muara Kuang yang di sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan.

Publik kini menunggu keterbukaan pemerintah: siapa pelaksana proyek, berapa nilai anggarannya, bagaimana spesifikasi teknisnya, serta apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi standar keselamatan dan mutu konstruksi.

Jika benar ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, jangan sampai persoalan baru ditangani setelah terjadi longsor atau jatuhnya korban. Keselamatan masyarakat dan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.

Laporan: Ketua Tim Pewarta Ogan Ilir Indonesia

Berita Terkait

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel
Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika
Viktor Silaen Hadir Dampingi Ketua DPD Partai Golkar Sumut di Musda XI Golkar Tanjungbalai, Serukan Solidaritas Dan Konsolidasi
Bukan Sekadar Menjaga, Brimob Aceh Hadir Di Tengah Banjir Demi Keselamatan Masyarakat Subulussalam
Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH Rektor UBNB, Klaem Luar Biasa! Baru 6 Bulan Berdiri, Eskul Taekwondo SDN Cibatok 03 Wakili Cibungbulang Sabet 2 Perunggu di BAPOPSI Cup 2026
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE
BAZNAS OGAN ILIR HADIRI UPACARA HARI SANTRI NASIONAL 2026 DI PONPES RAUDHATUL ULUM SAKATIGA
PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB