Dugaan Kejanggalan SPMB SMP Negeri 1 Indralaya Terus Disorot & Makin Menguat, Orang Tua Murid Pertanyakan Data Jarak Domisili

FIDER CASTRO

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:44 WIB

50391 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indralaya, – baranews.net, Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Domisili di SMP Negeri 1 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, terus menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan keakuratan data jarak domisili yang digunakan dalam proses seleksi setelah menemukan adanya perbedaan antara hasil pengecekan lapangan dengan data yang tercantum dalam sistem.

 

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan pihak keluarga dan tim media, seorang calon siswa bernama Musdalifa yang tidak lolos melalui jalur domisili diketahui memiliki jarak rumah ke sekolah sekitar 1,4 kilometer berdasarkan hasil pengecekan menggunakan Google Maps. Namun dalam data sistem seleksi dari pihak sekolah, jarak tersebut tercatat mencapai 1,53 kilometer.

ADVERTISEMENT

```html ```

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sementara itu, terdapat tiga calon siswa yang dinyatakan diterima melalui jalur domisili, yakni Heni, Abizar, dan Rafael. Dalam data sistem jarak sekolah, jarak mereka tercatat masing-masing 912 meter, 854 meter, dan 896 meter dari sekolah.

 

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dari sejumlah orang tua siswa. Mereka menduga terdapat ketidaksesuaian antara data yang tercantum dalam sistem dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurut mereka, berdasarkan lokasi tempat tinggal yang diketahui masyarakat sekitar, ketiga siswa tersebut diduga berada pada jarak yang lebih jauh dibandingkan rumah Musdalifa.

 

Meski demikian, dugaan tersebut hingga saat ini masih memerlukan pembuktian dan verifikasi resmi dari pihak berwenang. Sebab, kemungkinan lain seperti perubahan alamat domisili yang sah atau penggunaan metode pengukuran tertentu juga perlu diteliti lebih lanjut.

 

Menanggapi polemik tersebut, Inspektorat Kabupaten Ogan Ilir diketahui telah melakukan pemeriksaan langsung ke SMP Negeri 1 Indralaya. Kepala Inspektorat Ogan Ilir, Rusli, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke sekolah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

 

Dalam keterangannya, Rusli menyampaikan beberapa poin hasil pemeriksaan awal, di antaranya bahwa Musdalifa dan Jodi sama-sama mendaftar melalui jalur domisili, seleksi jalur domisili didasarkan pada jarak tempat tinggal ke sekolah, serta kedua siswa tersebut tidak termasuk dalam daftar yang diterima karena jaraknya melebihi batas penerimaan terakhir yang tercatat sekitar 1,040 kilometer.

 

Rusli juga menjelaskan bahwa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) hanya digunakan pada jalur prestasi dan bukan menjadi komponen penilaian pada jalur domisili. Selain itu, pihak sekolah disebut bersedia menerima pihak-pihak yang ingin meminta penjelasan secara langsung dan Inspektorat masih meneliti data pendukung yang ada.

 

Di sisi lain, Ketua Tim Media PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, mengaku telah berupaya menemui Kepala SMP Negeri 1 Indralaya, Herlina, untuk meminta penjelasan terkait perbedaan data jarak tersebut. Namun saat mendatangi sekolah, yang bersangkutan belum dapat ditemui karena sedang mengikuti kegiatan sekolah dan menerima kunjungan tim Inspektorat.

 

Melalui pesan WhatsApp, Herlina menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti kegiatan sosialisasi program sekolah dan menerima kunjungan tim Inspektorat.

 

“Maaf, tadi ada pengarahan sosialisasi program sekolah, kemudian ada tim inspektorat. Ini baru selesai,” tulisnya.

 

Ketika kembali ditanya mengenai alasan siswa yang berdasarkan hasil penelusuran memiliki jarak sekitar 1,4 kilometer tidak diterima, sementara terdapat siswa lain yang diduga memiliki jarak lebih jauh namun diterima, pihak sekolah belum memberikan penjelasan rinci.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 1 Indralaya belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait perbedaan data jarak yang dipersoalkan oleh sejumlah orang tua siswa.

 

Sementara itu, orang tua siswa menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada DPRD Kabupaten Ogan Ilir dan Bupati Ogan Ilir. Mereka berharap dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, profesional, transparan, dan objektif agar seluruh proses SPMB berjalan sesuai aturan serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh calon peserta didik.

 

Salah satu orang tua siswa mengaku sangat terpukul dengan hasil seleksi tersebut. Menurutnya, SMP Negeri 1 Indralaya merupakan sekolah negeri yang paling dekat dengan tempat tinggalnya. Jika anaknya tidak diterima dan harus bersekolah di lokasi lain, jarak tempuh yang harus dilalui bisa menjadi beberapa kali lebih jauh dibandingkan sekolah tersebut.

 

“SMP Negeri 1 Indralaya adalah sekolah yang paling dekat dari rumah kami. Kalau anak kami tidak diterima di sana, maka jarak sekolah yang harus ditempuh bisa tiga sampai sepuluh kali lebih jauh. Tentu hal itu akan menambah beban biaya transportasi dan kebutuhan sekolah,” ujarnya.

 

Ia mengaku hanya bekerja sebagai pengemudi ojek bentor dengan penghasilan yang tidak menentu. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, biaya tambahan untuk pendidikan menjadi beban yang cukup berat bagi keluarganya.

 

“Saya ini hanya bekerja sebagai ojek bentor. Bukan tidak mau menyekolahkan anak lebih jauh, tetapi kondisi ekonomi kami sangat terbatas. Saat ini harga kebutuhan pokok terus naik, sementara penghasilan semakin menurun. Karena itu kami berharap ada keadilan dan keterbukaan dalam proses seleksi ini,” katanya.

 

Orang tua siswa tersebut berharap pemerintah daerah, DPRD, dan pihak terkait dapat menindaklanjuti persoalan ini secara serius agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta memastikan seluruh proses penerimaan peserta didik berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

 

 

Laporan Ketua Tim Pewarta Indonesia (FC)

Berita Terkait

Sedih!!, Atlet Disabilitas Keluhkan Penurunan Bonus Medali, Pertanyakan Perbedaan Penghargaan Atlet di Sumsel
Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika
Viktor Silaen Hadir Dampingi Ketua DPD Partai Golkar Sumut di Musda XI Golkar Tanjungbalai, Serukan Solidaritas Dan Konsolidasi
Ketua PPI Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel Tangani Dugaan Perundungan, Pembinaan Khusus Jadi Langkah Tepat
Nelayan Tewas Mengenaskan di Sel Polsek Kajang, Diduga Dianiaya dan Diperas Rp 10 Juta: 4 Polisi Dipatsus
Bukan Sekadar Menjaga, Brimob Aceh Hadir Di Tengah Banjir Demi Keselamatan Masyarakat Subulussalam
Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH Rektor UBNB, Klaem Luar Biasa! Baru 6 Bulan Berdiri, Eskul Taekwondo SDN Cibatok 03 Wakili Cibungbulang Sabet 2 Perunggu di BAPOPSI Cup 2026
WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:12 WIB

WARGA & Kades KASIH RAJA GERAM! JALAN DIDUGA DIBANGUN SEPANJANG 10KG METER TANPA IZIN MASUK DI LAHAN CETAK SAWAH 92 HEKTARE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:04 WIB

PPWI OGAN ILIR KECAM AKUN LADUSING T, DIDUGA SEBARKAN TUDINGAN TANPA BUKTI, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:16 WIB

PPWI DESAK INSPEKTORAT DAN BUPATI OGAN ILIR USUT DUGAAN SETORAN SEKOLAH SERTA EVALUASI KINERJA MENYELURUH KEPALA SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:50 WIB

PPWI OGAN ILIR RESMI LAPORKAN DUGAAN SETORAN KEPALA SEKOLAH KE POLDA SUMSEL

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PPWI OGAN ILIR SAMBANGI POLDA SUMSEL, FIDIEL CASTRO: KEBENARAN HARUS DIUNGKAP, JANGAN BIARKAN FITNAH BERLARUT!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:43 WIB

DPC PPWI OGAN ILIR DESAK POLRES USUT AKUN FB DIDUGA CEMARKAN NAMA BAIK ORGANISASI LEGAL di RI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pungutan Rutin Kepala SD dan SMP di Ogan Ilir Mencuat, Ada Klaim Ancaman Pencopotan Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:04 WIB